Tonase dalam Pengiriman Barang via Udara
Memahami tonase dalam pengiriman udara: definisi berat (gross, net, tare), berat volumetrik, cara hitung chargeable weight, alat penimbangan yang benar, praktik terbaik penanganan ULD/pallet, implikasi tarif dan kapasitas pesawat, cara mengurangi biaya lewat packing & unitisasi, serta checklist operasional dan contoh perhitungan praktis — ditulis lengkap dan mudah dimengerti untuk praktisi logistik, forwarder, dan shipper.
Digital Marketing
2/28/20268 min baca
Pendahuluan — kenapa tonase sangat menentukan dalam kargo udara?
Dalam pengiriman barang via udara, tonase (atau bobot) bukan sekadar angka; ia menjadi dasar keputusan penting: siapa bayar berapa, berapa kapasitas yang tersisa di pesawat, bagaimana stowage direncanakan, hingga apakah muatan perlu dipindahkan ke flight berikutnya. Maskapai, ground handler, dan forwarder menilai cargo dari sisi dimensi dan berat — keduanya menjadi input utama untuk perhitungan chargeable weight. Salah hitung atau salah deklarasi berat berakibat pada biaya yang salah, masalah kepatuhan, bahkan risiko keselamatan pesawat.
Artikel ini menguraikan tonase secara menyeluruh: dari istilah dasar, teknik pengukuran, perhitungan berat yang dipakai maskapai, sampai strategi operasional untuk meminimalkan biaya dan risiko dalam Pengiriman Barang.
1. Istilah dasar yang harus dipahami
Sebelum melangkah jauh, kenali istilah—karena sering terjadi kebingungan istilah antar praktisi.
Gross weight (Berat bruto): total berat paket/koli termasuk kemasan, pallet, dan isi. Biasanya diukur saat barang sudah siap ditangani (di meja timbang, pallet scale, atau weighbridge).
Tare weight (Berat tara): berat dari kemasan atau pallet kosong. Untuk pallet dihitung terpisah bila perlu.
Net weight (Berat netto): berat isi barang saja; dihitung: net = gross − tare.
Dimensional (volumetric) weight: berat “yang setara” berdasarkan volume paket; dihitung dari rumus volume dibagi faktor dimensi. Untuk kargo udara internasional umumnya digunakan pembagi 6000 (lihat contoh di bagian 5).
Chargeable weight (Berat yang dikenakan biaya): nilai yang dipakai untuk penagihan — chargeable = max(actual weight, dimensional weight) di antara gross (actual) dan dim weight.
ULD (Unit Load Device): unit kargo standar di udara (container/ pallet) yang punya kapasitas volumetrik dan berat tertentu; tonase per ULD penting untuk planning muatan.
CBM (Cubic Meter): volume dalam satuan meter kubik — dasar menghitung dim weight saat dimensi dalam meter.
KG (Kilogram): satuan berat umum yang dipakai di industri kargo udara.
Mengetahui arti tiap istilah mencegah miskomunikasi dan membantu audit data.
2. Mengapa pembahasan berat itu krusial: aspek komersial dan keselamatan
Tonase menentukan banyak hal praktis:
Penetapan tarif — maskapai menghitung biaya berdasarkan chargeable weight. Jika dimensi besar namun ringan, pengirim tetap dikenakan untuk berat volumetrik.
Kapasitas pesawat & stowage — pesawat punya batas berat maksimum (payload) dan batas volume. Perencanaan stowage bergantung pada bobot nyata untuk menjaga center of gravity.
Keselamatan operasional — overload atau distribusi berat tidak tepat bisa memengaruhi stabilitas pesawat saat take-off/landing.
Klaim & audit — dokumen penimbang (weighbridge slip / BTB) menjadi bukti bila terjadi dispute tentang berat.
Efisiensi rantai — perencanaan pallet, unitisasi, dan packing dapat menurunkan chargeable weight sehingga menghemat biaya.
Karena berpengaruh luas, prosedur timbang dan pengukuran harus formal, terdokumentasi, dan dapat diaudit.
3. Alat penimbangan dan akurasi: mana yang dipakai di mana?
Berbagai alat timbangan dipakai dalam rantai kargo udara — pilih yang sesuai kapasitas dan akurasi.
Bench scale / counter scale: untuk paket kecil di counter check-in; akurasinya baik untuk berat beberapa gram sampai 60–120 kg tergantung model.
Floor scale / pallet scale: untuk pallet dan ULD; mampu menangani beberapa ratus kilogram hingga 1–2 ton.
Weighbridge (truck scale): untuk kendaraan full-truckload atau kontainer; menghasilkan gross/tare/net untuk unit besar.
Integrated check-in scales: sistem yang langsung menghubungkan timbangan ke sistem AWB/TMS sehingga data otomatis tercatat.
Calibration & legal metrology: semua timbangan harus dikalibrasi berkala dan punya sertifikat sesuai regulasi setempat agar hasil timbangan sah untuk billing.
Praktik terbaik: gunakan minimal dua titik verifikasi (mis. counter scale untuk paket, dan pallet scale untuk palletized loads) dan catat serial timbangan serta waktu penimbangan di dokumen.
4. Langkah-langkah penimbangan yang benar (SOP ringkas)
Berikut SOP praktis untuk proses timbang di gudang atau terminal:
Persiapan: pastikan AWB/HAWB tersedia; paket diberi label; timbangan terkalibrasi dan berada pada permukaan datar.
Zeroing: lakukan zero/ tare sesuai prosedur sebelum penempatan muatan.
Place item carefully: letakkan paket/pallet dengan posisi stabil; jangan menumpuk beberapa item saat ingin menimbang satuan (kecuali menimbang satu unit berjenis pallet).
Tunggu stabilisasi angka: baca angka ketika indikator menunjukkan stabil; ini menghindari fluktuasi pembacaan.
Catat gross & tare: jika menimbang pallet, catat gross; jika ada tare (pallet sendiri) keluarkan atau masukkan nilai tare.
Ambil foto: foto timbangan yang menunjukkan AWB dan angka sebagai bukti.
Upload ke TMS: segera input data timbangan ke sistem untuk keterlacakan.
Jika selisih vs declared > toleransi: lakukan prosedur exception (timbang ulang, konfirmasi shipper, update berat, atau reject).
Setiap step harus didokumentasikan—foto & slip timbangan menjadi bukti bila terjadi sengketa.
5. Cara menghitung dimensional (volumetric) weight — rumus dan contoh
Untuk kargo udara internasional, rumus yang paling umum digunakan:
Dimensional weight (kg) = (panjang × lebar × tinggi dalam cm) ÷ 6000
(6000 adalah faktor dimensi yang umum dipakai oleh banyak airline dan industry practice untuk kargo udara. Beberapa carrier bisa memakai faktor lain untuk produk/layanan khusus; selalu cek ketentuan maskapai.)
Contoh hitungan langkah demi langkah (digit-by-digit)
Misal sebuah paket berukuran 120 cm × 80 cm × 60 cm.
Hitung volume dalam cm³:
120 × 80 = 9,600
9,600 × 60 = 576,000 cm³
Bagi dengan 6000:
576,000 ÷ 6000 = 96
Jadi dimensional weight = 96 kg.
Jika paket tersebut ditimbang dan berat aktual (gross) = 75 kg, maka chargeable weight = max(75, 96) = 96 kg.
(Perhatikan: lakukan perhitungan digit-by-digit saat Anda menghitung sendiri untuk menghindari kesalahan aritmatika.)
6. Chargeable weight: aturan pembulatan dan konversi
Setelah menentukan actual weight dan dim weight, maskapai menerapkan aturan pembulatan dan konversi. Praktik umum:
Pembulatan ke atas: chargeable weight biasanya dibulatkan ke atas ke kilogram penuh (mis. 96.1 → 97 kg) atau sesuai aturan carrier (beberapa membulatkan ke 0.5 kg).
Penggabungan banyak koli: untuk sebuah shipment dengan beberapa koli, chargeable weight dihitung per koli lalu dijumlahkan, atau dihitung berdasarkan total volume/berat konsolidasi tergantung kebijakan.
Minimum chargeable weight: beberapa maskapai punya minimum charge per kolinya (mis. min 45 kg per 1 m³) — cek syarat.
Karena aturan pembulatan memengaruhi invoice, komunikasikan kebijakan pembulatan dan faktor dimensi kepada shipper saat membuat quote.
7. Skenario khusus: pallet, ULD, dan pembagian weight di manifest
Unitisasi memengaruhi penghitungan tonase dan handling:
Palletized cargo: jika beberapa paket disatukan ke pallet, timbang total pallet (gross) lalu hitung dim weight sum dari keseluruhan dimensi pallet atau satu per one. Untuk pallet, chargeable weight biasanya berdasarkan gross pallet vs dim pallet.
ULD (container/pallet udara): ULD punya kapasitas volumetrik dan berat maksimum. Saat memuat ULD, planner harus memastikan total gross weight ULD ≤ allowed ULD payload dan weight distribution merata.
Manifest: setiap item/HAWB di-entry pada manifest dengan berat yang dilaporkan; perbedaan berat antara manifest dan BTB dapat memicu investigasi.
Praktik: selalu timbang pallet final sebelum gate out; dan simpan slip timbang untuk tiap ULD.
8. Dampak tonase pada tarif: struktur biaya dan potongan
Tarif udara biasanya memiliki struktur yang dipengaruhi tonase sebagai berikut:
Rate per kg: tarif linear, mis. USD X per kg untuk tier tarif tertentu.
Rate breaks / weight bands: tarif berbeda untuk weight ranges (mis. 1–45 kg; 46–100 kg; >100 kg) — untuk kargo berat ini bisa berbeda.
Minimum charge: tarif minimum untuk shipment kecil (mis. min billing 45 kg).
Surcharges: fuel surcharge, security surcharge, terminal handling charge (THC) — beberapa dihitung per AWB berdasarkan weight band.
ULD / special handling fees: jika memerlukan ULD khusus atau forklift heavy, ada tambahan biaya.
Karena struktur ini kompleks, perubahan kecil pada chargeable weight bisa berdampak signifikan pada total biaya.
9. Strategi packing & unitisasi untuk mengurangi biaya
Tujuan: menurunkan chargeable weight tanpa mengkompromikan keamanan. Beberapa strategi praktis:
Minimize void space: gunakan pengisi (void fill), desain packing yang pas sehingga dimensi turun.
Gunakan kemasan ringan tapi kuat: ganti kayu berlebih dengan material corrugated double-wall bila memungkinkan (tetap perhatikan perlindungan barang).
Flat packing / nesting: untuk produk serupa, susun sedemikian rupa untuk mengurangi dimensi total.
Unitisasi pallet: konsolidasikan banyak paket kecil ke satu pallet yang rapih sehingga hitungan dim lebih efisien.
Pilih ULD yang tepat: sesuaikan ULD size sehingga volume terpakai optimal (hindari sisa volume besar di ULD).
Measurement discipline: ukur setiap item setelah packing — jangan andalkan declared size.
Perbandingan: mengurangi dimensi 10% bisa menurunkan dim weight dan menurunkan chargeable weight, menghasilkan penghematan nyata.
10. Penimbangan di acceptance gate: praktik BTB & rekaman
Gate acceptance harus punya prosedur timbang yang tegas:
Weigh at acceptance: timbang semua pallet/ULD di gudang/terminal; simpan slip timbang.
Capture photos and weigh slip: foto harus menunjukan AWB/HAWB dan angka timbangan.
Link to AWB: upload slip ke TMS dan kaitkan dengan AWB untuk bukti billing.
Handle disputes: bila declared berat berbeda signifikan (>tolerance), catat exception dan inform shipper; lakukan re-weigh bila perlu.
Dokumentasi penimbangan (BTB) sering menjadi bukti saat penagihan atau klaim dispute.
11. Kasus nyata: contoh perhitungan lengkap untuk shipment multi-koli
Shipment terdiri dari 3 koli:
Koli A: 120×80×60 cm, gross 75 kg.
Koli B: 100×50×40 cm, gross 30 kg.
Koli C: 60×40×40 cm, gross 12 kg.
Langkah perhitungan:
Koli A: volume = 120×80×60 = 576,000 cm³ → dim weight = 576,000 ÷ 6000 = 96 kg → chargeable = max(75,96) = 96 kg.
Koli B: volume = 100×50×40 = 200,000 cm³ → dim weight = 200,000 ÷ 6000 = 33.333... → rounding ke atas → 34 kg → chargeable = max(30,34) = 34 kg.
Koli C: volume = 60×40×40 = 96,000 cm³ → dim weight = 96,000 ÷ 6000 = 16 kg → chargeable = max(12,16) = 16 kg.
Total chargeable weight = 96 + 34 + 16 = 146 kg.
Jika tarif maskapai misal USD 5/kg untuk weight band ini, freight = 146 × 5 = USD 730, belum termasuk surcharge & handling.
(Pastikan melakukan pembulatan sesuai kebijakan maskapai saat menghitung dim weight decimal.)
12. ULD limits & aturan keselamatan: apa yang harus diketahui shipper
Unit Load Devices (ULD) memiliki batasan berat struktural; beberapa catatan penting:
Max payload per ULD: berbeda antara jenis ULD. Misalnya pallet-based ULD (PLA, PAG) biasanya menahan 1,000–2,700 kg tergantung tipe; container ULD (AKE, PMC) punya batas berbeda. (Angka pastikan sesuai dengan data ULD spesifik maskapai).
Center of gravity & distribution: saat memuat ULD, jaga center of gravity agar muatan tidak menggantung ke satu sisi.
Stacking rules: beberapa ULD boleh distack di pesawat; beberapa tidak—ikuti instruksi stowage planner.
Maximum individual item weight: untuk safety, ada aturan tentang berat maksimum untuk manual handling; barang berat perlu equipment dan rigger.
Untuk setiap load, komunikasikan limit ULD ke packer sehingga tidak terjadi overloading yang bisa menyebabkan penundaan muat.
13. Implikasi compliance & regulasi: peran organisasi industri
Penetapan best practice dan standar teknis untuk kargo udara banyak dipengaruhi oleh asosiasi dan badan teknis. Dua entitas penting yang sering dijadikan referensi adalah IATA dan ICAO. Mereka mengeluarkan panduan tentang pengemasan, penanganan kargo, dan keamanan kargo udara — termasuk rekomendasi terkait verifikasi berat dan dokumentasi.
Catatan praktis: selalu cek manual operasional maskapai (Ground Operations Manual) dan aturan bandara tujuan karena interpretasi tertentu (mis. pembulatan, minimum charge) bisa berbeda.
14. Audit, bukti & resolusi sengketa berat
Jika terjadi perselisihan terkait berat:
Kumpulkan bukti: slip weighbridge, foto timbangan, video loading, weigh-in reports.
Cross-check: cocokkan data dari dua titik timbang berbeda (mis. gudang vs terminal).
Independent re-weigh: bila perlu, lakukan re-weigh di fasilitas ketiga yang tervalidasi.
Dokumentasikan chain-of-custody: siapa yang menerima, waktu, dan kondisi fisik saat serah terima.
Selesaikan komersial: negosiasi adjust invoice, atau klaim asuransi jika fraud/kerusakan terlibat.
Proses cepat dan bukti lengkap mempercepat penyelesaian.
15. Praktik penurunan biaya: 12 tips operasional yang efektif
Ukur tiap paket setelah packing — jangan andalkan declared dimensi.
Gunakan packing minimal yang tetap melindungi isi (lightweight protective material).
Konsolidasikan paket kecil menjadi pallet untuk efisiensi dim.
Pilih kemasan yang memungkinkan nesting/flat stacking.
Optimalkan desain produk/packing dengan vendor untuk mengurangi void space.
Pakai software cube-optimization untuk palletization.
Hindari packaging yang menambah tinggi namun tak perlu.
Manfaatkan ULD yang cocok untuk produk anda (e.g., pallet LD3 vs container AKE).
Negosiasikan banding weight breaks & surcharge formulas dengan carrier jika volume besar.
Terapkan measurement & weighing discipline di gudang.
Latih staf packing tentang pengaruh dimensi pada biaya.
Audit invoice freight vs expected based on your calculation monthly.
Implementasi tip ini secara konsisten seringkali mengurangi biaya freight 5–15%.
16. Checklist operasional untuk tiap shipment (praktis)
Timbang setiap paket/koli & catat gross/tare/net.
Ukur dimensi aktual tiap koli & hitung dim weight.
Hitung chargeable weight (max actual vs dim).
Ambil foto slip timbang & foto paket/pallet.
Upload data ke TMS dan kaitkan ke AWB.
Pastikan ULD/pallet dapat menampung weight; periksa ULD limit.
Verifikasi packing & stacking agar tidak ada shifting during flight.
Simpan bukti timbang minimal 12 bulan (atau sesuai kebijakan).
Checklist ini menjamin proses yang konsisten dan memudahkan audit.
17. Studi kasus singkat: dampak salah deklarasi berat
Skenario: Perusahaan X mengirim spare parts dengan dimensi besar namun ringan. Shipper mendeklarasikan berat aktual 50 kg, tetapi gudang tidak mengukur dimensi; pesanan dipesan di flight berdasarkan declared 50 kg. Maskapai melakukan measurement & menemukan dim weight 120 kg; chargeable weight ditetapkan 120 kg. Akibatnya invoice naik secara signifikan, dan customer menolak membayar perbedaan. Penyelesaian memakan waktu dan biaya — serta hubungan klien terganggu.
Pelajaran: Pastikan timbang & ukur sebelum pengajuan booking; klaim biaya tambahan dapat dicegah dengan bukti pre-booking.
18. Kesimpulan: praktik yang harus diutamakan
Tonase adalah elemen pusat dalam kargo udara—ia memengaruhi biaya, perencanaan, dan keselamatan. Prinsip utama yang harus dipegang:
Timbang dan ukur setiap unit secara konsisten.
Terapkan formula dim weight dengan teliti dan selalu lakukan pembulatan sesuai aturan carrier.
Unitisasi (pallet/ULD) dan packing yang tepat menurunkan chargeable weight.
Simpan bukti timbang & foto sebagai audit trail.
Gunakan TMS untuk integrasi data timbang dan manifest.
Komunikasikan kebijakan pembulatan dan faktor dimensi kepada klien sejak awal quotation.
Dengan disiplin pada proses pengukuran dan packing, perusahaan dapat menekan biaya, mengurangi sengketa, dan menjaga operasi yang aman serta efisien.
Siap mengirimkan kargo Anda? Kirimkan melalui Hasta Buana Raya untuk solusi logistik yang andal dan aman!
👉 Hubungi 📱 +62 822-3300-4972 (WhatsApp/Telepon) untuk informasi lebih lanjut dan solusi pengiriman terbaik!
Kami menyediakan layanan pengiriman yang aman, nyaman, dan terjangkau dari seluruh Indonesia. Layanan prioritas kami meliputi:
Pengiriman barang melalui udara (Pesawat Kargo, Sewa, dan Penerbangan Khusus)
Metode Pengiriman yang berbeda (Bandara ke Bandara , Gudang ke Gudang , dan Bandara ke Gudang)
Gudang dan Distribusi
Kontak
Bantuan
+62 822-3300-4972 (CS 1)
© 2024. Semua hak cipta dilindungi.


+62-811-9778-889
+62 822-3300-4973 (CS 2)
