Perbedaan Short-Haul dan Long-Haul dalam Pengiriman Barang lewat Darat

Ketahui perbedaan mendasar short-haul vs long-haul dalam pengiriman darat: definisi, karakteristik operasional, model armada, biaya & struktur tarif, manajemen sopir dan keselamatan, perencanaan rute, KPI, tantangan, best practice, serta checklist dan template SOP yang bisa langsung dipakai oleh perusahaan logistik, pemilik barang, dan manager operasional.

Digital Marketing

2/5/20266 min baca

Man loading boxes from a truck onto a dolly.
Man loading boxes from a truck onto a dolly.

Pendahuluan — kenapa memahami perbedaan ini krusial?

Dalam dunia logistik darat, istilah short-haul dan long-haul sering digunakan, tapi arti praktisnya jauh lebih dari sekadar “jarak”. Keduanya menentukan desain armada, struktur biaya, hubungan dengan pelanggan, manajemen SDM, kepatuhan regulasi, dan strategi operasional. Pilihan model yang tepat memengaruhi profitabilitas, kualitas layanan, tingkat pemakaian aset, hingga jejak lingkungan.

Artikel ini membedah perbedaan short-haul dan long-haul secara mendalam, menyajikan konsep, contoh nyata, perhitungan biaya, SOP, KPI, dan rekomendasi implementasi dalam Pengiriman Barang.

Ringkasan singkat

  • Short-haul: pengiriman jarak pendek (biasanya < 200–300 km atau perjalanan pulang-pergi harian), volume tinggi, frekuensi banyak, turnaround cepat, menggunakan kendaraan ringan-sedang (pickup, box truck, 3-5 ton, 6–12 ton), fokus pada last-mile dan distribusi regional. Biayanya lebih banyak didorong oleh tenaga kerja per stop dan biaya handling; solusi: density & routing optimization.

  • Long-haul: pengiriman jarak jauh (antar provinsi/pulau, ratusan hingga ribuan km), trip multi-hari, menggunakan truk heavy (tractor-trailer, 20–40 ton), fokus pada payload per trip dan efisiensi bahan bakar; biaya didominasi fuel, pemeliharaan, dan driver cost (long-distance allowances). Manajemen berbeda: schedule, driver rest, dan maintenance planning menjadi kunci.

1. Definisi & cakupan operasional

Short-haul

  • Jarak: biasanya 0–300 km per leg (bisa bervariasi menurut negara/industri).

  • Durasi: selesai dalam 1 hari kerja (round trip).

  • Karakter barang: paket, pallet, distribusi retail, FMCG, bahan baku just-in-time, kiriman e-commerce.

  • Armada: van, box trucks, CDD (Closed Delivery Dyna), small flatbed.

  • Fokus: kecepatan pelayanan, frekuensi, banyak titik bongkar/muat, reverse logistics.

Long-haul

  • Jarak: > 300 km hingga lintas pulau/antar negara (ratusan sampai ribuan km).

  • Durasi: 1 hari hingga beberapa hari, kadang berminggu tergantung rute.

  • Karakter barang: bulk, FTL (full truck load), bahan industri, komoditas besar, kontainer trailer.

  • Armada: tractor-trailer (tractor + semi-trailer), rigid heavy, low-bed untuk oversized, container chassis.

  • Fokus: efisiensi bahan bakar, payload optimization, safety, dan kepatuhan peraturan jam kerja sopir.

Catatan: angka jarak di atas bersifat indikatif. Definisi praktis bisa berbeda tergantung kondisi geografis, infrastruktur, dan kebijakan perusahaan.

2. Perbedaan utama menurut dimensi operasional

2.1 Model bisnis & struktur pendapatan

  • Short-haul: pendapatan per perjalanan relatif kecil, tapi frekuensi tinggi. Margin didapat dari efisiensi rute, density per stop, dan tingkat pemakaian armada. Model sering berbasis kontrak distribusi harian (dedicated routes) atau last-mile pay-per-stop.

  • Long-haul: pendapatan per trip besar (FTL), margin bergantung pada distance rate, cost per km, dan minimnya empty miles. Kontrak biasanya jangka menengah/ panjang (tender haulage), spot loads juga common.

2.2 Struktur biaya

  • Short-haul: biaya utama = ongkos tenaga kerja per stop (waktu loading/unloading), biaya handling, biaya jalan lokal (parkir, tol kota), dan biaya fuel per km yang lebih tinggi karena banyak stop-and-go. Biaya maintenance kecil-menengah per unit karena mileage per hari relatif rendah tapi frequent stop-start mempercepat wear pada rem, kopling, dan komponen suspensi.

  • Long-haul: biaya utama = bahan bakar (persentase besar), amortisasi truk/heavy equipment, maintenance berat, biaya driver (allowance, per diem), toll antar negara/provinsi, serta biaya logistik tambahan seperti penginapan sopir. Efisiensi per ton-km lebih baik jika load penuh.

2.3 Armada & spesialisasi kendaraan

  • Short-haul: kendaraan lincah, kompak, mudah parkir. Bisa multi-fungsi: cold chain (delivery van refrigerant), box truck, pickup.

  • Long-haul: kendaraan berkapasitas besar, heavy axles, sleeper cab untuk jarak jauh, chasis container, lowbed untuk heavy machinery.

2.4 Pengemudi & manajemen SDM

  • Short-haul: driver sering pulang setiap hari; skill: handling banyak stop, interaksi pelanggan, efisiensi loading. Jam kerja lebih terprediksi; turnover tinggi di segmen urban.

  • Long-haul: driver multi-hari, memerlukan kompetensi navigasi, manajemen fatigue, izin lintas wilayah, dan kadang bahasa/aturan lintas negara. Retention lebih menantang; kompensasi dan kesejahteraan kerja lebih kompleks.

2.5 Regulasi & kepatuhan

  • Short-haul: regulasi kota (jam akses, zona rendah emisi), peraturan parkir, dan local permits.

  • Long-haul: peraturan jam kerja sopir, batas massa dan axle load, izin overweight/oversize, rute terbatas, dan persyaratan perlintasan antar daerah atau negara (cabotage, customs).

2.6 Risiko & asuransi

  • Short-haul: risiko tinggi untuk kerusakan barang akibat handling, pencurian kecil, dan masalah kepuasan pelanggan.

  • Long-haul: risiko kecelakaan di jalan terpencil, pencurian terorganisir, breakdown jauh dari bengkel, serta risiko cuaca.

3. Dampak pada pricing & penawaran layanan

Dalam menyusun rate card, operator perlu memisahkan pendekatan pricing:

Pricing Short-haul

  • Struktur: base fee + per stop fee + per km (zone) + waiting time.

  • Faktor penentu harga: density per route, time windows, akses jam tertentu, handling complexity, dan SLA (same-day, next-day).

  • Model kontrak: dedicated daily routes (fixed fee), marketplace per delivery (dynamic), atau pooled distribution.

Pricing Long-haul

  • Struktur: rate per km (long distance), minimum load (FTL), additional surcharges (fuel, tolls), driver allowance.

  • Faktor penentu harga: empty miles, backhaul availability, seasonal demand, special permits.

  • Model kontrak: tender/contracted lanes, spot market (volatile), or fixed monthly retainer for dedicated trucks.

4. Operasional: perencanaan rute & pemanfaatan aset

Short-haul — optimisasi rute dan density

  • Problem utama: banyak titik bongkar muat, window time pendek, traffic.

  • Solusi: route optimization software, clustering stops, slot booking, load sequencing, cross-dock untuk konsolidasi, dan penggunaan micro-depots atau dark stores.

  • KPI fokus: stops per hour, utilization per vehicle per day, average turnaround time per stop.

Long-haul — planing untuk throughput & reliability

  • Problem utama: ensuring on-time delivery across long distances, managing driver rest, minimizing empty return.

  • Solusi: lane planning, backhaul match, multi-stop consolidation only when efficient, preventive maintenance scheduling.

  • KPI fokus: ton-km per trip, empty run ratio, on-time % per lane.

5. Safety, fatigue management, dan regulasi jam kerja

Short-haul

  • Jam kerja sering dalam 8–10 jam per hari; safety briefings penting karena banyak interaksi publik.

  • Fokus pada ergonomi handling dan penggunaan alat bantu (hand pallet, dock leveller).

Long-haul

  • Mengikuti aturan jam kerja dan rest periods (mis. kebijakan negara: limit driving hours, mandatory rest).

  • Sleepers cab, rota drivers, per diem, dan manajemen fatigue (rotasi, monitoring).

  • Sistem logbook elektronik harus diintegrasikan untuk kepatuhan.

6. Maintenance & lifecycle kendaraan

Short-haul

  • Perawatan frekuensi tinggi untuk rem, transmisi, clutch; mileage per kendaraan per hari rendah tapi cycle stop-start tinggi.

  • Fleet management: preventive checks di pagi hari, track wear pada komponen yang tertekan oleh urban delivery.

Long-haul

  • Fokus pada preventive heavy maintenance (engine, gearbox, tyres), scheduled overhaul, dan spare parts management.

  • Mobilisasi workshop lapangan atau network bengkel cepat bagi truk di rute jauh.

7. Teknologi & tools yang relevan (tanpa jargon khusus)

  • TMS & route optimizer: untuk short-haul fokus pada dynamic routing; untuk long-haul fokus pada lane management.

  • Telematics & tracking: monitoring real-time lokasi, speed, fuel consumption—penting untuk keduanya (tapi KPIs beda).

  • Electronic proof of delivery: untuk short-haul mendukung customer experience; untuk long-haul mempermudah klaim & transaksi.

  • Fleet scheduling & maintenance system: preventive maintenance, spare parts forecasting.

(Pilih tools sesuai ukuran bisnis; yang ringkas untuk short-haul, yang robust dan integrative untuk long-haul.)

8. Lingkungan & sustainability

  • Short-haul: urban delivery berkontribusi signifikan pada emisi lokal; solusi: route density, electric vans di zona urban, consolidation centers, dan penggunaan lockers/pick-up points.

  • Long-haul: efisiensi per ton-km lebih baik; namun bahan bakar fosil masih dominan. Solusi: fuel efficiency programs, long-haul convoying, gunakan bahan bakar alternatif bila tersedia.

Perusahaan besar mengukur CO₂ per ton-km untuk menilai efisiensi antara short vs long haul.

9. Contoh kasus & studi perbandingan (ilustratif)

Contoh A — Distributor FMCG (Short-haul)

Perusahaan X melayani 200 toko dalam area metropolitan. Mereka pakai 10 box trucks, 20 stops per vehicle per day. Challenge: jam sibuk, parkir, dan tight delivery windows. Solusi: micro-depot dekat cluster toko, slot booking, routing optimization. Hasil: delivery success rate naik, cost per stop turun 12%.

Contoh B — Supplier Komponen Mesin (Long-haul)

Perusahaan Y mengangkut pengiriman FTL antara kota industri A dan pelabuhan B (800 km). Agenda: satu trip round-trip 2–3 hari. Challenge: empty return 40%. Solusi: kontrak backhaul dengan importer lain, reorganize drop windows, fixed contract rate. Hasil: empty miles turun, margin stabil.

10. KPI kunci untuk setiap model

KPI Short-haul

  • Stops per hour

  • Average turnaround time per stop

  • On-time delivery % per stop

  • Cost per stop / cost per parcel

  • First time delivery success rate

KPI Long-haul

  • Ton-km per trip

  • Empty run ratio (%)

  • Fuel consumption per 100 km or per ton-km

  • On-time delivery per lane

  • Maintenance cost per km

11. Tantangan umum & solusi praktis

Short-haul: tantangan & solusi

  • Tantangan: congestion, high failed delivery rate, customer time windows.

  • Solusi: appointment system, pre-alert customer, lockers/pick-up points, micro-fulfilment.

Long-haul: tantangan & solusi

  • Tantangan: driver shortage, empty backhaul, long waiting times at terminals.

  • Solusi: lane contracting, revenue management to reduce empty miles, driver welfare improvements.

12. Checklist operasional untuk menilai readiness (Printable)

Untuk short-haul:

  • Rencana rute harian teroptimasi

  • Slot booking & pre-alert ke penerima

  • Ketersediaan tools handling (pallet jack, lift gate)

  • ePOD & customer feedback loop

  • SOP loading/unloading per jenis pelanggan

Untuk long-haul:

  • Jadwal maintenance preventive & log booking

  • Perijinan untuk rute (overweight/oversize jika perlu)

  • Driver roster & rest schedule sesuai regulasi

  • Rencana backhaul untuk meminimalisir empty miles

  • Emergency response plan untuk breakdown

13. SOP ringkas — contoh alur operasional harian

SOP Short-haul (singkat)

  1. Morning briefing & vehicle check.

  2. Load sequencing sesuai route optimizer.

  3. Driver pickup & route execution.

  4. ePOD capture & immediate upload.

  5. End-of-day reconciliation & vehicle wash & charge.

SOP Long-haul (singkat)

  1. Pre-trip inspection & dokumen lengkap (permits, manifest).

  2. Driver briefing: route, rest stops, emergency contacts.

  3. Departure with headway check per 4–6 jam.

  4. Mid-trip status update & driver relief coord (jika double-driver).

  5. Arrival, offloading, post-trip inspection, and maintenance record update.

14. Rekomendasi strategis untuk manager operasional

  1. Segmentasikan bisnis — jangan pakai satu model pricing untuk semua lanes; bedakan short vs long haul.

  2. Investasi teknologi bertahap — mulai dari route optimizer sederhana untuk short-haul; untuk long-haul gunakan integrated TMS + telematics.

  3. Program pengelolaan driver — rekrut & pertahankan; long-haul butuh benefit lebih; short-haul butuh training layanan pelanggan.

  4. Optimalkan asset utilization — gunakan pooling, backhaul exchange, dan cross-dock.

  5. Sustainability roadmap — pilot electric vans di rute urban; fuel efficiency campaign di long-haul.

15. Penutup — kesimpulan praktis

Short-haul dan long-haul bukan sekedar soal jarak — mereka adalah dua dunia operasional yang membutuhkan pendekatan berbeda di armada, pricing, SDM, compliance, dan teknologi. Perusahaan yang mampu menyusun strategi terpisah namun terintegrasi (mis. shared asset planning, central TMS) akan memperoleh keunggulan kompetitif berupa efisiensi biaya, pelayanan lebih baik, dan risiko terkelola.

Siap mengirimkan kargo Anda? Kirimkan melalui Hasta Buana Raya untuk solusi logistik yang andal dan aman!
👉 Hubungi 📱 +62-822-5840-1230 (WhatsApp/Telepon) untuk informasi lebih lanjut dan solusi pengiriman terbaik!