Pengertian DEPO dalam Pengiriman Barang via Laut
Pelajari tuntas apa itu depo (container depot) dalam rantai pengiriman laut: definisi, fungsi utama, jenis depo, alur operasional (gate-in → penyimpanan → service → gate-out), dokumen penting, perhitungan biaya (storage, handling, repair), KPI, SOP praktis, tantangan umum, studi kasus, checklist implementasi, dan rekomendasi optimasi. Ditulis jelas dan praktis agar operator, freight forwarder, dan manajer logistik dapat langsung memakai.
Digital Marketing
2/10/20267 min baca
Pendahuluan — mengapa memahami depo penting?
Dalam ekosistem logistik pelayaran, kata depo muncul berkali-kali: depo kontainer, depo kosong, depo bonded, depo operator. Meski sering disamakan dengan terminal pelabuhan, depo memiliki peran teknis dan komersial tersendiri yang krusial untuk kelancaran arus kontainer — baik kontainer penuh yang menunggu pickup maupun kontainer kosong yang perlu diperiksa, diperbaiki, dan direposisi. Kesalahan penanganan depo memicu biaya demurrage/detention, penundaan distribusi, dan sengketa klaim. Maka memahami fungsi, alur kerja, dan indikator kinerja depo akan membantu perusahaan mengurangi biaya dan meningkatkan kecepatan pelayanan dalam Pengurusan Dokumen Kargo.
1. Definisi Depo dalam Konteks Pengiriman Laut
Depo (container depot) adalah fasilitas darat yang didedikasikan untuk penanganan kontainer — baik kontainer penuh (full), kosong (empty), maupun kontainer yang membutuhkan servis (repair, cleaning, fumigation, reefer test). Umumnya depo beroperasi sebagai titik penyimpanan sementara, pusat perbaikan (interchange), dan tempat exchange antara trucking, shipping line, dan pengguna kontainer (shippers/consignees).
Fungsi inti depo:
Penyimpanan kontainer penuh menunggu pickup (gate-in/gate-out).
Empty container park (pengelolaan kontainer kosong).
Layanan teknis: repair, painting, fumigation, cleaning, dan pre-trip inspection (PTI) untuk kontainer reefer.
Repositioning dan pool management (menjaga keseimbangan stok kontainer untuk kebutuhan lokal).
Administrasi release/delivery order, dan reconciliasi biaya (storage, handling, repair).
Depo bisa dioperasikan oleh shipping line, operator depot independen, atau oleh 3PL yang khusus menangani empty pool.
2. Jenis-jenis Depo dan Karakteristiknya
Secara umum ada beberapa tipe depo:
2.1 Depo On-Dock (Terminal Depot)
Terletak di area pelabuhan atau sangat dekat dengan terminal.
Menangani kontainer yang baru dibongkar dari kapal dan akan diserahkan pada trucking atau akan diangkut ulang ke tongkang.
Keunggulan: jarak singkat ke dermaga, mengurangi waktu bongkar muat.
Keterbatasan: biaya lahan tinggi, jam operasi terikat dengan aturan pelabuhan.
2.2 Depo Off-Dock (Inland Depot / Container Depot)
Terletak di luar area pelabuhan; biasanya menangani empty pool, stuffing/stripping, cleaning, dan penyimpanan jangka menengah.
Keunggulan: ruang lebih luas, biaya sewa lebih rendah, fleksibilitas layanan (stuffing/stripping).
Sering menjadi pilihan saat on-dock yard penuh atau ketika memerlukan layanan tambahan.
2.3 Bonded Depot (Depo Berikat)
Berstatus kepabeanan — memungkinkan kontainer impor disimpan tanpa proses release bea sampai terjadi permintaan formal.
Cocok untuk barang impor yang menunggu dokumen penyelesaian atau inspeksi khusus.
2.4 Private Depot vs Public Depot
Private depot: dimiliki dan digunakan oleh shipping line atau konsolidator sendiri. Pengendalian penuh atas pool kontainer.
Public depot: menyediakan layanan untuk berbagai pihak; sering lebih fleksibel tetapi perlu sistem pengaturan tarif dan slot yang jelas.
Memilih tipe depo tergantung kebutuhan bisnis: frekuensi arus kontainer, layanan yang diperlukan (cleaning, repair), serta lokasi dan biaya.
3. Fungsi Operasional Utama Depo (Detail)
3.1 Gate-In & Gate-Out Processing
Semua alur di depo diawali dan diakhiri di gate. Proses gate meliputi:
Verifikasi dokumen: delivery order, bill of lading, ID driver, dan surat jalan.
Inspeksi fisik cepat: nomor kontainer, kondisi pintu/seal, catatan kerusakan visible. Foto on-gate menjadi bukti kondisi awal.
Entry ke yard management system (YMS): lokasi slot, stack level, dan status box (full/empty/reefer/dirty).
Penetapan tagihan awal: gate fee, initial handling fee.
Kecepatan dan akurasi gate menentukan throughput depo.
3.2 Empty Container Management (Empty Pool)
Pencatatan stock: jenis kontainer (20', 40', high cube), owner (shipping line), kondisi, dan lokasi.
Repositioning: memindahkan empty containers ke lokasi yang memerlukan kontainer, atau mengatur pengembalian ke shipping line.
Maintenance & repair scheduling: empty units dicek dan diarahkan ke area servis bila ada kerusakan.
Efisiensi pool meminimalkan biaya repositioning internasional (non-revenue moves).
3.3 Servicing & Repair
Repair ringan sampai heavy repair: penggantian gaskets, pengelasan pintu, perbaikan floor, repainting.
Cleaning & fumigation: khusus untuk kargo pangan atau barang sensitif.
Pre-Trip Inspection (PTI) untuk reefer: test function unit pendingin, koneksi listrik.
Sertifikasi dan dokumentasi repair untuk kepatuhan.
Layanan ini menambah nilai depo dan menjadi sumber pendapatan tersendiri.
3.4 Stuffing & Stripping (Opsional)
Stuffing (isi muatan ke dalam kontainer) dan stripping (mengeluarkan muatan) dilakukan di beberapa depo, khususnya off-dock depot.
Diperlukan area tertutup, alat handling, dan prosedur keamanan.
Pelayanan ini sering digunakan oleh eksportir/importir yang membutuhkan stuffing/stripping, packaging, atau repacking.
3.5 Administrative & Billing
Penerbitan invoices: storage, handling, repair, plugin reefer, PTI, dan administrasi lainnya.
Rekonsiliasi demurrage/detention dengan shipping lines dan trucking.
Pelaporan stock dan movement untuk manajemen pool.
Administrasi yang rapi mencegah sengketa biaya dan mempercepat cash collection.
4. Alur Operasional Depo: Gate-In → Yard → Service → Gate-Out (Langkah demi Langkah)
Pre-arrival / Booking
Trucker atau shipping line melakukan pre-advice; dokumen dikirim agar gate dapat mempersiapkan slot.
Gate-In
Verifikasi dokumen, scanning kontainer dan seal, foto kondisi, update YMS.
Staging / Stacking
Kontainer ditempatkan di slot sesuai jenis dan prioritas (full untuk pickup cepat, empty untuk parkir).
Service (jika perlu)
Kontainer yang butuh repair/cleaning dipindah ke area workshop; kerja dilaksanakan, hasil dicatat.
Pre-dispatch
Qty dan kondisi diverifikasi; jika reefer, PTI dilakukan; jika stuffing, dokumen compliance disiapkan.
Gate-Out
Verifikasi akhir dokumen dan seal, foto kondisi, update stock, terbitkan delivery receipt, charge invoice.
Setiap langkah sebaiknya terekam digital dengan foto dan timestamp untuk bukti bila terjadi klaim.
5. Dokumen Penting yang Beredar di Depo
Delivery Order (DO) atau surat perintah serah terima kontainer.
Bill of Lading (B/L) atau AWB (untuk kargo udara jika bersinggungan).
Gate Pass / Truck Receipt — bukti gate-in/gate-out.
Work Order (WO) — instruksi perbaikan/cleaning.
Weighbridge Ticket / VGM (jika relevan) — untuk verifikasi berat.
Repair Certificate & Checklist — detail kerja yang dilakukan pada unit.
Invoice & Statement — rincian biaya yang ditagihkan ke customer.
Pencatatan dan penyimpanan digital mempermudah audit dan klaim.
6. Struktur Biaya Depo yang Umum (dan Cara Menghitungnya)
Komponen biaya biasa muncul di tagihan depo:
6.1 Gate & Administration Fee
Biaya administrasi saat kontainer masuk/keluar: verifikasi dokumen, scanning, dan gate processing.
6.2 Handling / Lift Charges
Biaya untuk pemindahan kontainer (lift by reachstacker, empty handler, atau crane kecil), termasuk stacking dan unstacking.
6.3 Storage / Yard Rent
Biaya per hari per TEU/FEU, biasanya ada skema free time (mis. hari ke-1–3 gratis, selanjutnya tarif harian meningkat).
6.4 Repair & Service Charges
Biaya spare parts + labor untuk perbaikan; biasanya ada rate card untuk jenis perbaikan.
6.5 Reefer Plugin & PTI Fee
Biaya listrik/power untuk kontainer pendingin saat diletakkan di yard, serta biaya pre-trip inspection.
6.6 Weighing & Inspection Fee
Biaya penimbangan (weighbridge) dan inspeksi khusus oleh pihak ketiga.
6.7 Other: Cleaning, Fumigation, Dangerous Goods Handling
Untuk layanan khusus seperti fumigation, ada biaya tambahan dan sertifikasi.
Contoh sederhana perhitungan:
Jika rate storage = IDR 50.000/TEU/hari setelah free time 3 hari, dan handling lift = IDR 100.000/move, maka total cost untuk satu kontainer yang tinggal 7 hari dan melakukan 2 moves adalah: (7−3)50.000 + 2100.000 = 4*50.000 + 200.000 = 200.000 + 200.000 = IDR 400.000.
Transparansi rate card dan pemberitahuan tentang free time membantu mencegah sengketa cost.
7. Sistem Informasi: YMS, WMS & Integrasi dengan Stakeholder
Yard Management System (YMS) adalah jantung digital depo. Fitur penting:
Pencatatan real-time lokasi slot (block/row/slot).
Track & trace per container ID dan status (full/empty/under repair).
Gate automation & photo evidence attachment.
Inventory reporting & alerts (low stock of specific container type).
Billing engine untuk menghitung storage/handling/repair.
Integrasi penting:
Shipping lines: data owner & release instruction.
Truckers / Haulers: pre-advice dan slot booking.
Forwarders / Shippers: DO & payment confirmation.
Customs: untuk bonded depot dan inspections.
Sistem yang baik mengurangi waktu pencarian kontainer (yard search) dan mempercepat proses billing.
8. KPI Utama untuk Mengukur Performa Depo
Beberapa KPI yang harus dipantau:
Throughput (moves per day) — berapa banyak gate-in/gate-out yang ditangani.
Average Dwell Time — rata-rata lama kontainer di depo.
Utilization Yard (%) — proporsi area yard yang digunakan.
Repair Turnaround Time — rata-rata waktu perbaikan per unit.
Billing Accuracy (%) — persentase invoice yang tanpa koreksi.
Damage/Claims Rate — per 10.000 kontainer.
Reposition Efficiency — jumlah empty moves yang dibutuhkan per reposition sukses.
Memantau KPI ini membantu meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya tidak perlu.
9. SOP Ringkas: Prosedur Gate-In dan Gate-Out (Template Praktis)
SOP Gate-In (singkat)
Driver check-in: verifikasi ID & trucking manifest.
Dokumen matching: delivery order vs nomor kontainer.
On-gate inspection: foto semua sisi, seal check, catat kerusakan visible.
Entry into YMS: assign slot & update stock.
Issue gate receipt.
SOP Gate-Out (singkat)
Verify DO & payment clearance (if needed).
Retrieve container from slot & check condition before loading.
Final photo & seal application (jika diperlukan).
Update YMS & issue gate-out receipt.
Generate invoice & deliver to billing.
SOP harus mencantumkan escalation path jika ada mismatch atau damage.
10. Tantangan Umum di Depo dan Cara Mengatasinya
10.1 Congestion & Limited Yard Space
Solusi: slot booking, dynamic stacking, off-site overflow, dan multi-shift operation.
10.2 Disputes over Condition on Handover
Solusi: mandatory photo evidence at gate; standardized condition report; witness signatures.
10.3 Empty container imbalances
Solusi: forecasting demand, contractual reposition plans with shipping lines, and collaboration with regional depots.
10.4 Maintenance Downtime on Equipment
Solusi: preventive maintenance plans, spare equipment rental contracts, and operator cross-training.
10.5 Regulatory & Customs Holds (for bonded depo)
Solusi: clear SOP for customs inspection, maintain documentary readiness, and rapid liaison channels with authorities.
Praktik terbaik: transparent reporting dan sharing of data antar stakeholders untuk mengurangi lead time.
11. Studi Kasus Singkat (Ilustratif)
Kasus A — Repositioning Inefficiency
Depo X mengalami shortage 40' container padahal yard penuh dengan 20' units. Analisa menunjukkan tidak ada forecasting terkoordinasi dengan shipping line. Solusi: implementasi YMS yang memprediksi kebutuhan unit berdasarkan booking data, negosiasi repositioning plan dan cross-dock beberapa empty 20' untuk memudahkan output.
Kasus B — Claims Reduction via Photo Evidence
Depo Y menerapkan photo protocol on-gate. Klaim kerusakan karena kondisi awal turun 65% dalam 3 bulan karena pihak trucker/shipper tidak bisa membuktikan kerusakan yang sudah ada sebelum gate-in.
Pelajaran: data bukti visual mengurangi sengketa dan mempercepat penyelesaian klaim.
12. Checklist Implementasi Depo (Printable)
Pra-operasi
Analisis kapasitas yang diperlukan (TEU throughput/month).
Desain yard: block/aisle/stacking plan.
Pilih & pasang YMS + integrasi API dengan partner.
Resource planning: equipment (reachstacker, empty handler), operators.
Safety & environmental permits.
Startup
Training SOP gate & workshop.
Implement photo evidence protocol.
Pilot runs & stress test pada peak hours.
Establish rate card & billing workflow.
Operasi Rutin
Daily morning briefing (stock & equipment status).
Weekly pool rebalancing plan.
Monthly KPI review & supplier/line reconciliation.
13. Tips Praktis untuk Optimasi Depo
Automasi gate: barcode/RFID scanning + photo capture mempercepat proses.
Cluster stacking: kelompokkan kontainer berdasarkan owner/priority untuk meminimalkan moves.
Forecasting & collaboration: share booking & scheduled discharge data dengan shipping lines untuk meminimalkan empty imbalance.
Service bundling: tawarkan paket cleaning + repair + plugin untuk meningkatkan revenue per unit.
Contractual clarity: definiasikan free time, damage liability, dan dispute resolution di kontrak.
Kombinasi teknologi, proses, dan kolaborasi jadi kunci efisiensi.
14. Regulasi, Keamanan & Lingkungan
Security: perimeter fencing, CCTV, lighting, and controlled access.
Safety: PPE untuk operator, training gantry & lifting safety, SOP emergency.
Environment: management of oily waste, used parts, and proper disposal when cleaning / fumigation required.
Compliance: bonded depo harus patuh pada aturan bea cukai dan pelaporan.
Kepatuhan mengurangi risiko denda dan menambah kepercayaan partner.
15. Kesimpulan & Rekomendasi Aksi Cepat
Depo adalah jaringan kritikal dalam arus kontainer laut. Operasi yang efisien tidak hanya soal ruang fisik — tetapi juga pengelolaan data, proses gate yang rapi, layanan servis yang andal, dan hubungan kolaboratif dengan shipping lines serta trucking
Siap mengirimkan kargo Anda? Kirimkan melalui Hasta Buana Raya untuk solusi logistik yang andal dan aman!
👉 Hubungi 📱 +62-822-5840-1230 (WhatsApp/Telepon) untuk informasi lebih lanjut dan solusi pengiriman terbaik!
Kami menyediakan layanan pengiriman yang aman, nyaman, dan terjangkau dari seluruh Indonesia. Layanan prioritas kami meliputi:
Pengiriman barang melalui udara (Pesawat Kargo, Sewa, dan Penerbangan Khusus)
Metode Pengiriman yang berbeda (Bandara ke Bandara , Gudang ke Gudang , dan Bandara ke Gudang)
Gudang dan Distribusi
Kontak
Bantuan
+62 822-3300-4972 (CS 1)
© 2024. Semua hak cipta dilindungi.


+62-811-9778-889
+62 822-3300-4973 (CS 2)
