Mengenal Container Yard (CY) dalam Pengiriman Barang via Laut

Pelajari secara mendalam apa itu Container Yard (CY): fungsi, jenis, tata letak, operasional gate-in/out, peralatan, dokumen, perhitungan biaya, KPI, SOP praktis, tantangan umum, studi kasus, dan rekomendasi optimasi. Panduan ini disusun dalam bahasa yang mudah dipahami dan gaya copywriting profesional agar dapat langsung dipakai tim operasional, freight forwarder, dan manajemen logistik.

Digital Marketing

2/6/20268 min baca

aerial photo of pile of enclose trailer
aerial photo of pile of enclose trailer

Pendahuluan — mengapa Container Yard (CY) penting?

Container Yard (CY) adalah salah satu titik kritikal dalam rantai suplai laut. Ketika sebuah kontainer tiba di pelabuhan atau depo, ia melewati CY—tempat penyimpanan, handling, staging, dan pemeriksaan sebelum melanjutkan perjalanan ke gudang consignee atau dimuat ke kapal. Efisiensi CY memengaruhi throughput pelabuhan, lead time pengiriman, dan biaya demurrage/detention yang sering menjadi sumber sengketa komersial. Mengelola CY bukan sekadar menimbun box: ini soal tata ruang, equipment, prosedur, compliance, transaksi finansial, dan koordinasi multi-pihak dalam Pengiriman Barang.

1. Definisi & Ruang Lingkup Container Yard (CY)

Container Yard (CY) adalah area yang didedikasikan untuk penumpukan dan penanganan kontainer kosong maupun penuh. CY dapat berada di dalam area terminal pelabuhan (on-dock yard), di luar pelabuhan (off-dock depot / inland depot), atau di fasilitas operator logistik (private yard). Fungsi utamanya meliputi:

  • Menerima kontainer masuk (gate-in) dan memeriksa dokumen.

  • Menyimpan (stacking) kontainer sementara menunggu pickup atau pemuatan.

  • Menjalankan layanan stuffing / stripping (memasukkan/mengeluarkan muatan dari kontainer).

  • Perbaikan, cleaning, dan fumigation kontainer.

  • Repositioning kontainer kosong (empty pool management).

  • Menyediakan fasilitas plug-in untuk reefer (power point).

  • Mengatur administrasi release, invoicing, dan rekonsiliasi demurrage/detention.

CY adalah titik temu antara dunia laut, darat, dan administrasi — sehingga fungsinya multidimensi: operasional, komersial, dan kepatuhan.

2. Jenis Container Yard & Karakteristiknya

Ada beberapa tipe CY yang umum ditemui, masing-masing dengan tujuan dan karakteristik berbeda:

2.1 On-Dock CY (Terminal Yard)

Terletak di dalam area pelabuhan, biasanya dekat dermaga. Keunggulan:

  • Akses cepat ke kapal — meminimalkan waktu stevedoring.

  • Cocok untuk handling kontainer full yang akan dimuat / baru dibongkar.
    Keterbatasan: biaya lahan tinggi, aturan ketat keamanan pelabuhan, dan dwell time yang sensitif ke jadwal kapal.

2.2 Off-Dock CY (Inland Depot / Container Depot)

Terletak di luar area pelabuhan, menangani kontainer kosong, stuffing/stripping, dan storage untuk transit domestik. Keunggulan:

  • Biaya sewa lahan lebih rendah, area lebih luas untuk stacking dan repair.

  • Fleksibilitas servis seperti stuffing/stripping, cleaning, fumigation.
    Cocok sebagai buffer saat pelabuhan penuh atau untuk repositioning kontainer.

2.3 Private CY (Owner/Shipping Line Yard)

Dimiliki atau dioperasikan langsung oleh shipping line, depot operator, atau perusahaan besar. Digunakan untuk empty pool management, storage unit, dan perawatan. Keunggulan: kontrol penuh atas aset, proses, dan biaya internal.

2.4 Bonded CY (Bonded Depot)

Fasilitas dengan status kepabeanan khusus yang memungkinkan penyimpanan barang impor tanpa perlu clearance bea cukai sampai ada permintaan release. Digunakan untuk pengurusan dokumen, inspeksi bea cukai, atau konsolidasi impor.

Setiap tipe CY memiliki aturan akses, jam operasional, dan struktur biaya yang berbeda — sehingga pilihan tipe harus disesuaikan dengan kebutuhan supply chain.

3. Tata Letak CY & Prinsip Desain Efisien

Desain yard memengaruhi kecepatan operasional dan keselamatan. Prinsip-prinsip penting:

3.1 Zoning Area

Bagi yard ke zona fungsi yang jelas:

  • Gate / Reception Zone: area untuk pemeriksaan dokumen & security gate.

  • Full Container Stack: area penyimpanan kontainer penuh berdasarkan destinasi / shipping line.

  • Empty Container Park: lokalisasi khusus untuk kontainer kosong, dipisah menurut tipe (20’, 40’, high cube).

  • Service Area: tempat repair, cleaning, fumigation, dan reefer plugin.

  • Stuffing/Stripping Bay: area tertutup untuk stuffing/stripping agar kegiatan rapi dan aman.

  • Administrative & Parking: kantor yard, waiting area, dan parkir truk.

Zoning memudahkan alur kerja, meminimalkan cross-traffic, dan mempercepat locating & retrieval.

3.2 Layout per Stack & Aisle

  • Stacking pattern: biasanya dikendalikan berdasarkan jenis kontainer, height limit (maks level stacking), dan accessibility.

  • Aisle width: harus memadai untuk reach stacker / yard crane manuver; pertimbangkan radius putar trucking dan clearance safety.

  • One-way flow: desain jalur kendaraan satu arah mengurangi konflik & meningkatkan throughput.

  • Signage & Marking: nomor block, row, slot, dan arah gerak jelas untuk memudahkan picking.

Pemanfaatan lahan harus menimbang trade-off antara densitas stacking dan kemudahan retrieval.

3.3 Drainage & Ground Preparation

  • Yard harus memiliki lapisan pondasi (hardstanding) yang kuat untuk menahan beban mesin dan kontainer.

  • Sistem drainase bagus mencegah genangan yang merusak ground support dan mempengaruhi operasi forklift/stacker.

3.4 Security Fencing & Access Control

  • Pagar perimeter, CCTV, lighting, dan kontrol akses (gate card / biometric) wajib untuk melindungi aset dan memenuhi standar keamanan pelabuhan.

Desain yang baik menghasilkan efisiensi, keselamatan kerja, dan penurunan biaya operasional.

4. Peralatan Utama yang Dipakai di CY

CY modern membutuhkan peralatan specialized. Berikut daftar peralatan utama dan fungsinya:

4.1 Reach Stacker

  • Digunakan untuk memindahkan kontainer secara fleksibel, ideal untuk stacking 6–7 level dan menangani berbagai ukuran box. Reach stacker cepat untuk yard dengan fleksible stacking pattern.

4.2 Empty Container Handler (ECH)

  • Spesifik untuk kontainer kosong, menangani stack tinggi kontainer kosong dengan efisien dan konsumsi bahan bakar lebih hemat dibanding reach stacker besar.

4.3 Forklift (Heavy Duty)

  • Digunakan untuk handling pallet dan unitized cargo. Forklift ukuran besar dipakai untuk tugas support.

4.4 Yard Truck / Terminal Tractor (Yard Pony)

  • Menggerakkan chassis dan menghubungkan kontainer ke/dari truck prime mover; efisien untuk pergerakan internal.

4.5 Mobile Crane / Gantry Crane (untuk heavy lift)

  • Untuk load/unload barang berat atau kontainer non-standard. Kapasitas dan mobilitas disesuaikan kebutuhan.

4.6 Reefer Plug Points & Testers

  • Power supply untuk kontainer reefer dan peralatan PTI (pre-trip inspection) untuk memeriksa kondisi unit pendingin.

4.7 Weighbridge & Mobile Scale

  • Untuk verifikasi VGM, penimbangan truck + kontainer, dan compliance.

4.8 Equipment Maintenance Tools

  • Workshop, welding tools, spare parts stash, dan peralatan testing.

Pemilihan equipment harus seimbang antara kebutuhan throughput, budget capex, dan OPEX (bahan bakar, maintenance, operator skill).

5. Alur Operasional: Gate-In sampai Gate-Out (Langkah-demi-Langkah)

Agar prosedur jelas, berikut urutan operasional tipikal:

5.1 Pre-Arrival & Booking

  • Trucker atau forwarder membuat booking/notice sebelum kedatangan; dokumen digital dipersiapkan (BL, DO, invoice, copy ID). Pre-advice membantu menyiapkan slot gate & mengurangi antre.

5.2 Gate-In (Penerimaan)

  1. Verifikasi dokumen (DO, BL, ID driver).

  2. Pemeriksaan fisik cepat: nomor kontainer, seal, kondisi luar. Foto kondisi on-gate menjadi bukti.

  3. Scan barcode / RFID; update YMS (Yard Management System).

  4. Assign slot storage sesuai jenis & priority.

Gate-in yang terstruktur mempercepat downstream handling dan mencegah dispute.

5.3 Storage & Yard Operations

  • Kontainer ditempatkan sesuai alokasi; lokasi dicatat di YMS.

  • Untuk kontainer yang memerlukan service (repair, cleaning), unit diarahkan ke service area.

  • Reefer units diletakkan di plugin row dan diperiksa secara rutin.

5.4 Stuffing / Stripping (opsional)

  • Jika depot menyediakan stuffing/stripping, proses dilakukan di bay khusus: safety checks, fumigation (jika perlu), dan dokumentasi.

5.5 Preparasi Release & Gate-Out

  • Setelah consignee menyelesaikan administrasi (payment, dokumen), DO dikeluarkan.

  • Trucking datang, dokumen diverifikasi kembali, kontainer dipindahkan ke gate.

  • Gate-out dicatat; invoice final diterbitkan (storage fee, handling, plugin, repair, dll).

5.6 Rekonsiliasi & Post-Event

  • Update ledger: storage days, detentions, repair charges.

  • Klaim atau dispute ditangani berdasarkan photo evidence dan records.

Setiap langkah harus terekam digital untuk audit dan transparansi.

6. Sistem Informasi: Yard Management & Integrasi

YMS adalah tulang punggung digital CY. Fitur penting:

  • Real-time location tracking (slot, stack level).

  • Gate automation: scan, document verification, scheduled slot.

  • Inventory & movement history: record gate-in/out times, operator IDs, photo evidence.

  • Booking & slot management: scheduling untuk stuffing/stripping atau reefer plugin.

  • Billing engine: perhitungan storage, handling, repair, demurrage/detention.

  • Integration: EDI/API dengan shipping line, terminal operating system (TOS), customs, dan trucking partners.

Sistem yang terintegrasi mempercepat proses, mengurangi human error, dan mendukung reporting KPI.

7. Dokumen Penting & Alur Administrasi di CY

Dokumentasi yang biasa dipakai:

  • Bill of Lading (B/L) / House B/L — referensi utama untuk release.

  • Delivery Order (DO) — instruksi pengambilan ke yard.

  • Inbound/Outbound Manifest — daftar kontainer masuk/keluar.

  • Gate Pass / Truck Receipt — bukti penyerahan ke driver.

  • Work Orders (WO) — untuk repair, cleaning, plugin.

  • Weighbridge ticket / VGM — bukti berat jika diperlukan.

  • Invoice & Statement — rincian biaya storage, handling, plugin, repair, demurrage/detention.

Administrasi yang rapi mencegah sengketa biaya dan memudahkan audit.

8. Struktur Biaya Umum di Container Yard

Berikut komponen biaya yang biasa muncul:

8.1 Storage / Yard Rent

  • Biaya per hari per TEU atau FEU, bisa graduated (hari pertama gratis, hari berikutnya tarif harian meningkat).

8.2 Handling / Lift Charges

  • Charge untuk gate-in, stacking, retrieval, dan gate-out. Dicatat per move atau per TEU.

8.3 Stuffing / Stripping Fee

  • Layanan stuffing/stripping dikenai biaya per kontainer atau per pallet.

8.4 Repair & Cleaning Charges

  • Biaya parts + labor + disposal fee. Biasanya ada rate card untuk jenis kerusakan.

8.5 Reefer Plugin & Electricity

  • Biaya per day dan biaya koneksi PTI.

8.6 Weighing / VGM Fee

  • Untuk penimbangan dan pembuatan weight certificate.

8.7 Demurrage & Detention

  • Demurrage: biaya keterlambatan kontainer penuh di terminal beyond free time (di pelabuhan).

  • Detention: biaya retensi kontainer kosong di tangan pengguna beyond free time (per shipping line rules).

8.8 Administrative Fee & Others

  • Document processing, release letter, stamp duty, safety/inspection fees.

Transparansi dan breakdown biaya harus jelas di rate card dan kontrak agar tidak terjadi sengketa.

9. KPI Operasional yang Harus Dipantau di CY

Untuk menilai performa yard, pantau KPI berikut secara rutin:

  • Turnaround Time (TAT) per Gate — waktu rata-rata antara truck arrival dan gate-out.

  • Throughput TEU per Day / per Shift — volume gerakan.

  • Stack Density / Yard Utilization (%) — tingkat pemanfaatan area yard.

  • Average Dwell Time per Container — rata-rata lama kontainer di yard.

  • Damage Rate (%) — frekuensi kerusakan kontainer akibat handling.

  • Reefer uptime (%) — persentase reefer dengan kondisi listrik dan fungsi baik saat plug-in.

  • Billing Accuracy (%) — kesesuaian antara tagihan dan rate card.

  • Safety Incidents per Month — insiden keselamatan kerja.

Monitoring KPI membantu mengidentifikasi bottleneck dan meningkatkan service level.

10. SOP Singkat & Checklist Operasional (Template Praktis)

Berikut SOP ringkas untuk operasional harian di CY, yang bisa dipasang di board operasional:

SOP CY — Ringkasan 8 Langkah Harian

  1. Morning Briefing: cek staffing, equipment readiness, safety briefing.

  2. System Check: pastikan YMS, gate scanners, dan weighbridge online.

  3. Gate-In Processing: verifikasi dokumen, foto kondisi, update inventory.

  4. Stacking & Staging: alokasikan slot sesuai priority & service required.

  5. Service Handling: laksanakan repair/cleaning/reefer plugin sesuai WO.

  6. Release & Gate-Out: verifikasi DO payment, lakukan physical check dan issue gate pass.

  7. Billing & Reconciliation: generate invoice harian dan reconcile payments.

  8. End of Day Report: KPI daily snapshot, incident log, equipment downtime.

Checklist Gate-In (must do)

  • Periksa DO & BL valid.

  • Scan kontainer no & seal; foto kondisi.

  • Masukkan data ke YMS (slot assigned).

  • Jika ada mismatch, lakukan hold dan escalate.

Checklist Gate-Out (must do)

  • Verifikasi payment clearance & release docs.

  • Pastikan kontainer cocok dengan DO (no & seal).

  • Konfirmasi truck ID & driver identity.

  • Update gate-out time & issue receipt.

SOP ini harus didukung training rutin untuk operator.

11. Tantangan Umum di CY & Cara Mengatasinya

CY menghadapi sejumlah tantangan operasional; berikut praktis penanganannya:

11.1 Congestion & Limited Yard Space

  • Solusi: slot booking, dynamic stacking (short-term stack untuk high-turn), off-dock expansion, dan use of multi-shift operations untuk spread peak.

11.2 Peak Season & Sudden Volume Surge

  • Solusi: fleksible workforce (contract staff), additional yard equipment rental, pre-planning & communication dengan carriers.

11.3 Damage & Claims

  • Solusi: photo evidence protocol on gate-in/out, mandatory pre-move inspection, quality training for equipment operators, and insurance cover.

11.4 Reefer Failures & Spoilage Risk

  • Solusi: regular PTI, redundant power points, temperature monitoring, quick response team for reefer issues.

11.5 Disputes over Demurrage/Detention

  • Solusi: transparent billing, provide photo & timestamp evidence, digital contracts & clear free time definitions.

Mengadopsi proactive measures dan digital recording meminimalkan dampak isu-isu ini.

12. Studi Kasus Singkat (Ilustratif & Praktis)

Kasus A: Yard Overflow di Musim Panen

  • Situasi: pelabuhan regional menerima lonjakan kontainer impor dan ekspor saat musim panen. On-dock yard penuh; demurrage melonjak.

  • Langkah yang Diambil: operator aktifkan off-dock depot untuk empty pooling; terapkan slot booking untuk trucking local; jalankan 24/7 shift sementara; negotiation with carriers untuk extended free time.

  • Hasil: dwell time menurun, backlogs clear dalam dua minggu.

Kasus B: Penurunan Damage Rate melalui Photo Evidence

  • Situasi: klaim damage meningkat 15% dalam satu kuartal.

  • Langkah: wajibkan foto on-gate & pre-move untuk setiap kontainer; training operator reach stacker; update SOP handling.

  • Hasil: claim incidence turun 60% dalam dua bulan dan cost claim turun signifikan.

Studi kasus ini menekankan nilai proses dan bukti digital.

13. Praktik Keamanan & Kepatuhan (Compliance)

CY harus mematuhi berbagai peraturan dan standar:

  • Customs & excise rules — untuk bonded depot; proses clearance dan bonded accounting harus ketat.

  • Health & safety — PPE wajib (helmet, reflective vest, boots), penggunaan signaling dan SOP kerja pada area heavy equipment.

  • Environment — pengelolaan limbah (oli, parts), dust control, dan pengelolaan wastewater dari cleaning.

  • Security standards — CCTV 24/7, access control, visitor log, dan compliance dengan ISPS code jika on-dock.

Audit rutin dan training membantu mempertahankan kepatuhan.

14. Inovasi & Tren yang Relevan untuk CY

Beberapa tren dan praktik yang bisa diadopsi untuk modernisasi CY:

  • Automation & semi-automation: gate automation, automated guided vehicles (AGV) untuk area tertutup, dan telematics untuk equipment monitoring.

  • RFID & IoT light: penggunaan tag RFID untuk tracking kontainer secara cepat (hindari menyebutkan istilah yang diminta dihindari).

  • Predictive maintenance: sensor monitoring pada equipment untuk menghindari downtime tak terduga.

  • Green initiatives: electrification pohon-forklift, solar panels untuk office & plugin reefer points, dan waste recycling.

  • Analytics & AI-driven yard planning: perangkat lunak yang memprediksi slot utilization, optimize stacking strategy, dan forecast peak.

Pilihan inovasi harus selaras dengan ROI dan kapabilitas organisasi.

15. Rekomendasi Implementasi & Quick Wins untuk Optimasi CY

Jika Anda ingin meningkatkan kinerja CY, berikut langkah-langkah prioritas yang bisa langsung diterapkan:

  1. Implementasi Gate Automation & Photo Protocol — kurangi antre dan sengketa klaim.

  2. Perkenalkan Slot Booking untuk Trucking — atasi congestion dan peak surges.

  3. Optimalisasi Stacking Strategy — pisahkan high-turn vs low-turn kontainer; gunakan dynamic relocation.

  4. Program Preventive Maintenance untuk Equipment — kurangi downtime yang mahal.

  5. Pelatihan Operator & SOP refresh — safety & handling skill menurun klaim dan potensi kerusakan.

  6. Transparansi Billing & Digital Invoicing — percepat reconciliation dan kurangi dispute.

  7. Kembangkan Off-Dock Partnerships — untuk menyerap overflow saat peak season.

Langkah-langkah ini fokus pada perbaikan cepat yang memberikan dampak signifikan.

16. Contoh Template Dokumen (Ringkasan Untuk Digunakan)

Berikut contoh singkat elemen yang harus ada di Gate-In Photo Report:

  • Nomor laporan: [YYYYMMDD-XXXX]

  • AWB / B/L Ref: [ ]

  • Container No: [ ] — Seal No: [ ]

  • Truck ID / Driver: [ ]

  • Tanggal & Jam Gate-In: [ ]

  • Foto: front, left, right, back, seal close-up

  • Kondisi: scratches/dents/door condition (checked boxes)

  • Operator: [name / ID]

  • Remarks: [free text]

  • Signature: [Operator] — [Receiver]

Memiliki format standar mempercepat proses klaim.

17. Penutup — Ringkasan & Langkah Selanjutnya

Container Yard adalah simpul strategis dalam rantai logistik laut. Efisiensi yard berdampak langsung pada lead time, biaya demurrage/detention, dan kualitas layanan. Dengan desain yard yang baik, peralatan yang sesuai, sistem informasi terintegrasi, SOP yang jelas, dan kultur keselamatan, CY dapat menjadi keunggulan kompetitif.

Siap mengirimkan kargo Anda? Kirimkan melalui Hasta Buana Raya untuk solusi logistik yang andal dan aman!
👉 Hubungi 📱 +62-822-5840-1230 (WhatsApp/Telepon) untuk informasi lebih lanjut dan solusi pengiriman terbaik!