Handling dalam Pengiriman Barang via Laut
Pelajari standar pengemasan kargo udara: prinsip keselamatan, material packaging, unitisasi (pallet & ULD), blok dan bracing, penandaan & labeling, penanganan barang berbahaya dan sensitif (farmasi, perishables, hewan hidup), SOP pengepakan, checklist inspeksi, pengujian packing, dan rekomendasi praktis agar kiriman aman, sesuai regulasi, dan cost-efficient
Digital Marketing
2/16/20266 min baca
Pendahuluan — mengapa handling itu kunci?
Dalam rantai pasok laut, handling adalah kegiatan fisik dan administratif yang memastikan barang bergerak dari titik asal ke tujuan dengan aman, tepat waktu, dan dengan biaya terkendali. Ketika handling berjalan rapi — throughput pelabuhan tinggi, dwell time rendah, klaim sedikit — seluruh rantai pasok untung. Sebaliknya, handling yang buruk menyebabkan keterlambatan kapal, biaya demurrage/detention, kerusakan barang, sengketa klaim, dan gangguan layanan dalam Pengiriman Barang.
1. Apa itu handling kargo laut? Ruang lingkup praktis
Handling meliputi semua aktivitas fisik dan administratif yang terjadi ketika kargo pindah antar titik dalam proses pelayaran:
Gate operations (check-in truck, scanning, foto kondisi)
Stuffing / stripping (memasukkan/mengeluarkan barang ke/dari kontainer)
Stevedoring (bongkar/muat kapal—crane ops, lashers)
Stowage & lashing (penempatan barang di kapal & pengikatan)
Container yard operations (stacking, reposisi, reefer plugin)
Devanning / consolidation (pemecahan kontainer / konsolidasi LCL)
RoRo handling untuk kendaraan & heavy equipment
Break-bulk handling untuk muatan non-kontainer
Inland haulage & drayage (relay antara terminal dan gudang/depo)
Handling juga mencakup proses pendukung: inspeksi, perbaikan kontainer, fumigasi, weighing (VGM), dan dokumentasi (manifest, delivery order).
2. Aktor utama & pembagian tanggung jawab
Shipping Line (Carrier) — bertanggung jawab atas muatan di kapal, stowage, dan penerbitan bill of lading. Juga menentukan syarat demurrage/detention.
Port Terminal / Stevedore — melaksanakan operasional bongkar/muat di dermaga, menyediakan crane, operator, dan mengatur slot kereta/yard.
Ground Handling / GHA (untuk unit kargo tertentu) — menangani operasi kargo di terminal dan fasilitas kargo.
Freight Forwarder / NVOCC — mengkoordinasi pickup, booking ruang, dokumentasi, dan pengaturan door-to-door bila diperlukan.
Depot / Container Yard (CY) — manajemen empty pool, repair, stuffing/stripping.
Haulers / Truckers — mengantar kontainer antara punto-to-point (terminal—depo—warehouse).
Customs & Authorities — melakukan pemeriksaan kepabeanan/karantina bila diperlukan.
Third-party Service Providers — fumigation, surveyor, heavy-lift contractors, devanning specialists.
Pembagian tanggung jawab harus jelas dalam kontrak (bill of lading, terminal tariff, contract of carriage) agar tidak timbul sengketa.
3. Alur operasional handling: gate-to-gate, langkah demi langkah
3.1 Pre-arrival & booking
Shipowner/forwarder membuat booking space di kapal; terminal menerima Estimated Time of Arrival (ETA).
Trucking melakukan pre-advice (pre-arrival) ke terminal untuk slot gate.
3.2 Gate-in (truck arrival)
Verifikasi dokumen (DO, BL, ID driver).
Pemeriksaan fisik kontainer: nomor, seal, kondisi luar; foto on-gate sebagai bukti.
Scan barcode / RFID; update yard management system (YMS).
3.3 Staging & stuffing (jika stuffing di depot)
Jika cargo full container load (FCL) di-stuffing di depot: operator melakukan stuffing sesuai packing list, penandaan, dan seal.
Untuk less than container load (LCL), barang dikonsolidasikan di warehouse atau terminal.
3.4 Transport ke dermaga & pre-stowage
Kontainer dipindahkan ke quayside dan disiapkan untuk boarding. Stowage plan disiapkan oleh carrier/ship planner.
3.5 Stevedoring (bongkar/muat kapal)
Crane mengangkat kontainer, stevedore menempatkan sesuai stowage plan. Operasi heavy lift memerlukan tender khusus.
Semua pergerakan terekam di Terminal Operating System (TOS).
3.6 Voyage & transhipment (jika ada)
Selama voyage, stowage harus mempertimbangkan stability, weight distribution, dan lashing untuk mengantisipasi cuaca.
3.7 Discharge & devanning
Pada pelabuhan tujuan, kontainer dibongkar dan ditempatkan di CY atau customs area. Devanning dilakukan bila LCL atau untuk pemeriksaan.
Kontainer bisa ditempatkan untuk inspection, fumigation, atau PTI (pre-trip inspection).
3.8 Gate-out & delivery
Setelah dokumen clear dan biaya dibayar (storage, handling), trucker mengambil kontainer; gate-out dicatat, dan invoice final diterbitkan.
Setiap langkah harus punya checkpoint dokumentasi dan foto untuk bukti operasional.
4. Peralatan & tata letak terminal yang memengaruhi efisiensi handling
Peralatan utama:
Ship-to-Shore (STS) Cranes — untuk bongkar/muat di dermaga; kapasitas dan produktivitas menjadi penentu top performance (moves per hour).
Quay Cranes & Yard Cranes (RTG/RMG) — reachstacker dan rubber-tyred gantry untuk yard stacking.
Yard Trucks & Terminal Tractors (Yard Pony) — menggerakkan chassis dan memposisikan load.
Mobile Harbor Cranes / Heavy Lift Cranes — untuk project cargo & break-bulk.
Forklifts, Mobile Elevators, Conveyor — untuk palletized cargo & devanning.
Weighbridges & VGM systems — wajib untuk penentuan Verified Gross Mass.
Cold Plug Points (reefer racks) — untuk kontainer pendingin.
Tata letak terminal yang baik: gate terpisah untuk inbound/outbound, staging lanes, dedicated reefer rows, service bay untuk repair, dan area stuffing/stripping. Sistem informasi (TOS + YMS) yang terintegrasi dengan shipping lines & trucking partners mempercepat alur gate.
5. Dokumen kunci terkait handling dan peranannya
Bill of Lading (B/L) — dokumen kontrak dan bukti kepemilikan muatan.
Delivery Order (DO) — perintah pengeluaran kontainer ke trucking.
Manifest & Stowage Plan — daftar muatan kapal & penempatan kontainer.
Gate Receipt / Truck Receipt — bukti gate-in/gate-out.
Weighbridge Ticket / VGM — bukti berat yang digunakan untuk stowage & safety.
Work Orders (WO) — untuk repair, fumigation, atau stuffing/stripping.
Inspection Reports / Surveyor Certificate — saat klaim atau damage.
Customs Documents (e.g., PIB, PEB) — untuk clearance.
Semua dokumen harus terekam digital dan terlink dengan nomor kontainer/AWB untuk audit trail.
6. Struktur biaya handling — komponen dan bagaimana menghitungnya
Komponen umum dalam tagihan handling:
Gate fee / admin fee — processing truck di gate.
Lift / move charges — biaya crane moves (per lift / per TEU).
Stacking / yard charges — per move atau per hari.
Stuffing / stripping fee — jika dilakukan di depot/terminal.
Weighing / VGM fee — bila perlu penimbangan.
Reefer plugin & power charges — untuk kontainer pendingin.
Repair & cleaning — biaya parts + labor.
Demurrage & detention — penalti untuk melebihi free time di terminal atau menahan kontainer di luar pool.
Heavy lift / OOG surcharge — untuk muatan overwidth/overheight/overweight.
Perhitungan harus transparan: terminal harus menyediakan rate card; forwarder mengkalkulasi biaya handling ke cost of carriage saat memberi quote ke shipper.
7. KPI operasional handling yang harus dipantau
Crane moves per hour (MPH) — produktivitas STS crane.
Throughput TEU per day / per berth — kapasitas pelabuhan.
Average gate turnaround time (truck in→out) — efisiensi gate.
Dwell time average (container days in yard) — pengukuran efisiensi release.
On-time departure / arrival % — indikator dampak handling pada jadwal kapal.
Damage rate per 10.000 moves — indikator kualitas handling.
Billing accuracy % — kesesuaian invoice terhadap actual moves.
Monitoring KPI secara real-time memungkinkan intervensi cepat pada bottleneck.
8. Keselamatan & standar operasional: praktik wajib di lapangan
SOP crane & lashing: prosedur operasi, limit lift, dan checklist lashing.
PPE untuk semua personel: helm, sepatu safety, rompi reflektif, gloves.
Traffic management di area terminal: jalur satu arah, speed limit, pedestrian zone.
Permit to work & hot work permit: untuk welding, cutting, dan kegiatan berisiko.
Confined space & fall protection saat bekerja di ketinggian.
Emergency response plan: spill containment, fire fighting, evacuation routes.
Fatigue management untuk shifts operator crane & truck drivers.
Keselamatan mengurangi incident yang menimbulkan kerusakan barang, cidera personel, dan denda regulator.
9. Handling kargo khusus — praktik & perhatian khusus
9.1 Dangerous Goods (DG)
Harus diidentifikasi, dikemas, dan diberi label sesuai kode kelas. Terminal memerlukan dokumen DG declaration. DG handling memerlukan area terpisah dan team yang tersertifikasi.
9.2 Reefers (cold chain)
Pastikan plugin point, monitoring suhu, pre-cooling sebelum plug, dan catat data logger. Kecepatan handling sangat krusial untuk menghindari spoilage.
9.3 Oversize & Heavy Lift / Project Cargo
Perlu out-of-gauge (OOG) planning, special lashing, skid/frame fabrication, dan koordinasi pilot vehicle serta izin jalan untuk RoRo/transit.
9.4 Break-bulk & RoRo
Ops break-bulk memerlukan slings, spreader bar, certified riggers, dan heavy lift crane; RoRo membutuhkan ramp access dan securing cargo pada deck.
9.5 IMO & peraturan khusus
Ada aturan pelayaran & pelabuhan terkait muatan tertentu (mis. segregation rules, heat-generating cargo). Compliance mencegah fines dan cargo rejection.
10. Pencegahan kerusakan & manajemen klaim — praktik terbaik
Photo evidence: foto on-gate, during stuffing, on-ship, dan on arrival — bukti kunci untuk klaim.
Standard inspection checklist sebelum menerima kontainer: seal, door condition, floor, corrosion.
Record VGM sesuai standard; misdeclaration dapat menyebabkan stowage failure.
Use certified packers & lashing contractors untuk heavy/project cargo.
Insurance & cargo surveyor untuk muatan beresiko tinggi; surveyor melakukan report saat barang tiba.
Clear chain of custody: dokumentasi siapa menerima, menandatangani, dan kapan.
Untuk menyelesaikan klaim cepat: kumpulkan dokumentasi lengkap (B/L, DO, photo evidence, WO, survey report), laporkan ke insurer dan shipping line sesuai waktu klaim yang ditentukan.
11. Tantangan umum handling & solusi praktis
Congestion & port peaks — gunakan slot booking, tambahan shifts, atau off-dock operations.
Empty container imbalances — koordinasi repositioning & use of inland depots.
Labor disputes / shortage — diversifikasi operator, cross-training, dan perjanjian contigency.
Equipment downtime — preventive maintenance & spare equipment contracts.
Paperwork delays — digitalize documents, pre-arrival notices, dan EDI integrations.
Kombinasi proses, people, dan sistem menurunkan dampak tantangan ini.
12. Standarisasi SOP handling: contoh ringkas (gate & stevedoring)
SOP Gate (singkat)
Check booking & DO.
Verify truck & driver ID.
Scan container no & seal, capture photo.
Update YMS & assign slot.
Issue gate receipt.
SOP Stevedoring (singkat)
Pre-stowage briefing: stowage plan & weight confirmation.
Crane pre-check & safety briefing.
Lift & rigging per checklist; use certified spreaders.
Place container di slot sesuai plan, record position.
Lashing/checking on deck (for heavy & OOG cargo).
Post-lift report & reconcile moves.
SOP harus dipraktikkan dan diaudit berkala.
13. Inovasi & efisiensi tanpa jargon teknologi
Beberapa langkah modern yang memberi efek nyata tanpa istilah teknis rumit:
Gate automation (scan & photo): mengurangi antrean.
Telemetric data for equipment: monitor health mesin crane (maintenance scheduling).
Digital event feeds: notifikasi push untuk arrival/departure & handover.
Analytics on yard moves: analisa pattern untuk meminimalkan reposition moves.
Investasi yang tepat di sistem informasi meningkatkan throughput dan menurunkan biaya tak terlihat.
14. Studi kasus ringkas — perbaikan handling meningkatkan hasil
Kasus A — Terminal X: setelah menerapkan slot booking dan gate automation, average truck turnaround turun dari 90 menit menjadi 35 menit → throughput kontainer naik 27% dan dwell time turun 22%.
Kasus B — Shipping Line Y: perbaikan prosedur lashing & survey sebelum sail mengurangi kasus cargo shift dan klaim sebesar 45% dalam 6 bulan.
Hasil: perbaikan proses handling berdampak langsung pada operasional kapal, biaya, dan kepuasan pelanggan.
15. Penutup — ringkasan dan langkah implementasi cepat
Handling dalam pengiriman laut adalah rangkaian proses kompleks yang menuntut koordinasi aktor, aset, dan dokumen. Untuk meningkatkan performa handling secara cepat:
Audit current flows: identifikasi bottleneck gate, yard, dan quay.
Terapkan photo evidence & checklists di semua handover points.
Invest in preventive maintenance untuk crane & yard equipment.
Standardize SOP & training untuk stevedores, packers, dan truckers.
Digitalize critical documents & event feeds untuk mempercepat clearance.
Monitor KPI (MPH, gate turnaround, dwell time) dan jalankan improvement cycle.
Siap mengirimkan kargo Anda? Kirimkan melalui Hasta Buana Raya untuk solusi logistik yang andal dan aman!
👉 Hubungi 📱 +62 822-3300-4972 (WhatsApp/Telepon) untuk informasi lebih lanjut dan solusi pengiriman terbaik!
Kami menyediakan layanan pengiriman yang aman, nyaman, dan terjangkau dari seluruh Indonesia. Layanan prioritas kami meliputi:
Pengiriman barang melalui udara (Pesawat Kargo, Sewa, dan Penerbangan Khusus)
Metode Pengiriman yang berbeda (Bandara ke Bandara , Gudang ke Gudang , dan Bandara ke Gudang)
Gudang dan Distribusi
Kontak
Bantuan
+62 822-3300-4972 (CS 1)
© 2024. Semua hak cipta dilindungi.


+62-811-9778-889
+62 822-3300-4973 (CS 2)
