Dunnage dalam Pengiriman Barang via Laut
Pelajari dunnage dalam pengiriman barang via laut: fungsi, jenis, cara memilih, dampak biaya, dan perannya menjaga cargo tetap aman selama pelayaran.
Digital Marketing
4/11/202611 min baca
1. Pendahuluan — Mengapa Dunnage Sering Terlihat Kecil, tetapi Dampaknya Besar
Dalam pengiriman barang via laut, perhatian sering tertuju pada kapal, kontainer, jadwal sailing, atau dokumen pengapalan. Padahal, ada satu elemen yang bentuknya sederhana tetapi pengaruhnya sangat besar terhadap keselamatan, stabilitas, dan kondisi barang selama perjalanan, yaitu dunnage. Maersk mendefinisikan dunnage sebagai material yang digunakan di sekitar cargo untuk mencegah kerusakan atau pergeseran, biasanya disediakan oleh shipper, dan beratnya ikut diperhitungkan dalam rating. Dengan kata lain, dunnage adalah bagian dari perlindungan muatan sekaligus bagian dari struktur biaya.
Dalam praktik pelayaran modern, dunnage tidak bisa dipandang sebagai pengganjal tambahan yang bisa dipakai atau diabaikan sesuka hati. IMO melalui CSS Code menegaskan bahwa semua cargo harus distow dan disecured sedemikian rupa agar kapal dan orang di atasnya tidak berada dalam risiko, dan bahwa safe stowage serta securing bergantung pada planning, execution, dan supervision yang tepat. Ini berarti dunnage adalah bagian dari sistem keselamatan, bukan sekadar perlengkapan pelengkap.
Artikel ini membahas dunnage secara mendalam dalam konteks pengiriman laut: apa itu dunnage, mengapa penting, jenis-jenisnya, bagaimana cara memilihnya, di mana biasanya dipakai, apa risiko jika salah menggunakan, sampai bagaimana dunnage memengaruhi biaya dan kepatuhan dalam Pengiriman Barang.
2. Apa Itu Dunnage?
Secara sederhana, dunnage adalah material yang ditempatkan di sekitar cargo untuk mencegah pergeseran, guncangan, atau kerusakan selama transportasi laut. Maersk menyebutnya secara eksplisit sebagai material used around cargo to prevent breakage or shifting, normally provided by the shipper. Definisi ini penting karena menunjukkan bahwa dunnage bukan hanya benda fisik, tetapi fungsi logistik yang sangat spesifik.
Dalam konteks container shipping, dunnage sering ditempatkan di antara barang, di bawah barang, di samping barang, atau di area kosong untuk membantu menstabilkan muatan. IMO dalam CTU Code menjelaskan bahwa packing dan securing material mencakup crates, packing blocks, drums, cases, boxes, barrels, skids, serta securing material yang dipakai untuk block, brace, dan secure packed cargo items di dalam container. Artinya, dunnage berada dalam keluarga material yang sama dengan alat penunjang keamanan muatan.
Dunnage juga tidak selalu berbentuk kayu. Dalam beberapa kasus, ia bisa berupa air bags atau dunnage bags, material anti-slip, atau bahan penahan lain yang dipilih sesuai karakter muatan. IMO secara khusus membahas cargo securing with dunnage bags sebagai blocking devices yang dipakai karena pergerakan cargo dapat terjadi akibat accelerations selama transportasi, baik berupa sliding maupun tipping.
3. Mengapa Dunnage Sangat Penting dalam Pengiriman Laut?
Pengiriman laut menghadirkan kondisi yang jauh dari statis. Kapal bergerak, kontainer menerima getaran, muatan mengalami guncangan, dan perubahan kondisi laut dapat mengubah posisi barang di dalam container atau di atas flat rack. Karena itu, dunnage berfungsi menjaga barang tetap di tempatnya. IMO dalam CSS Code menegaskan bahwa cargo harus stowed dan secured dengan benar agar ship dan persons on board tidak berisiko, dan keputusan terkait stowage harus mempertimbangkan kondisi cuaca paling berat yang mungkin ditemui selama voyage.
Ketika dunnage dipakai dengan benar, muatan menjadi lebih stabil, tekanan dapat disebar lebih merata, dan titik-titik kosong yang berbahaya bisa diisi. Maersk menjelaskan bahwa wood dunnage atau material anti-slip seperti rubber perlu ditempatkan antara cargo berbahan metal dan bottom rails pada flatrack, untuk menghindari metal-to-metal contact dan mengurangi point pressure. Ini menunjukkan bahwa dunnage tidak hanya mencegah geser, tetapi juga mencegah kerusakan akibat tekanan yang terkonsentrasi.
Dari sisi bisnis, dunnage juga melindungi perusahaan dari biaya kerusakan, klaim, keterlambatan, dan penolakan cargo. CTU Code menegaskan bahwa improper or careless packing, serta kurangnya blocking, bracing, dan lashing yang tepat dapat menyebabkan injury, serious damage pada cargo, dan bahkan kerusakan pada equipment. Dengan kata lain, dunnage yang tepat adalah investasi kecil untuk mencegah kerugian besar.
4. Dunnage dalam Perspektif Keselamatan
Dunnage memiliki hubungan langsung dengan keselamatan kapal, awak, dan muatan. IMO menjelaskan bahwa tujuan CSS Code adalah menyediakan standar internasional untuk mempromosikan safe stowage dan securing cargoes, termasuk memberi perhatian pada cargo yang diketahui menimbulkan kesulitan atau bahaya. Di dalam kerangka itu, dunnage menjadi salah satu alat praktis yang membantu mewujudkan stowage yang aman.
CTU Code juga menekankan bahwa orang yang packing dan securing cargo adalah orang terakhir yang mungkin melihat isi unit sampai unit dibuka di tujuan akhir, sehingga banyak pihak dalam rantai transportasi bergantung pada skill mereka. Dokumen itu bahkan menyatakan bahwa semua orang dalam rantai logistik dapat berisiko dari poorly packed freight container. Ini memperlihatkan bahwa dunnage bukan sekadar material, melainkan bagian dari tanggung jawab keselamatan yang berdampak luas.
Risiko yang dicegah oleh dunnage sangat nyata: cargo bisa sliding, tipping, terbanting, atau menekan cargo lain secara berlebihan. IMO dalam panduan dunnage bags menyebut bahwa accelerations during transport dapat menyebabkan cargo movements, baik sliding maupun tipping. Jadi, dunnage dipakai untuk mengatasi gaya fisik yang timbul selama perjalanan, bukan hanya untuk membuat cargo terlihat lebih rapi.
5. Jenis-Jenis Dunnage yang Umum Dipakai
Salah satu jenis dunnage yang paling klasik adalah wood dunnage atau pengganjal kayu. Maersk menyebut wood dunnage sebagai material yang digunakan bersama cargo, dan pada panduan lashing untuk flatrack, wood dunnage atau material anti-slip lain disarankan untuk ditempatkan antara cargo berbahan metal dan rail flatrack. Kayu dipilih karena sifatnya cukup kuat, relatif mudah dibentuk, dan bisa membantu menyebarkan beban.
Jenis lain adalah dunnage bags atau air bags. IMO membahas dunnage bags sebagai blocking devices yang digunakan karena pergerakan cargo dapat terjadi akibat accelerations dalam transportasi. Dalam praktiknya, dunnage bags dipompa di ruang kosong untuk menahan cargo agar tidak bergeser selama pelayaran. Fungsi utamanya adalah mengisi void dan menciptakan tekanan penahan yang stabil.
Selain itu ada anti-slip material, seperti rubber atau material sejenis. Maersk secara eksplisit menyebut wood dunnage atau similar anti-slip materials harus ditempatkan antara cargo logam dan flatrack bottom rails. Material ini dipilih untuk meningkatkan gesekan dan mengurangi kemungkinan cargo bergerak.
Dalam konteks yang lebih luas, dunnage juga dapat berarti packing blocks, skids, crates, atau material penahan lain yang masuk ke dalam keluarga securing material. IMO dalam CTU Code menjelaskan bahwa securing material mencakup dunnage, lashing, dan equipment lain yang digunakan untuk block, brace, dan secure packed cargo items.
6. Fungsi Utama Dunnage
Fungsi paling jelas dari dunnage adalah mencegah cargo bergeser. Saat kapal bergerak atau saat kontainer dipindahkan, muatan dapat terdorong ke satu sisi. Dengan dunnage yang tepat, cargo menjadi lebih stabil dan tidak mudah berpindah posisi. Ini sangat penting terutama pada cargo dengan bentuk tidak seragam atau cargo berat yang membutuhkan penahan tambahan.
Fungsi kedua adalah mencegah kerusakan fisik. Maersk mendefinisikan dunnage sebagai material untuk mencegah breakage atau shifting. Artinya, dunnage membantu menjaga cargo tidak saling bertabrakan, tidak menekan satu sama lain secara berlebihan, dan tidak mengalami point pressure yang merusak bentuk atau permukaan barang.
Fungsi ketiga adalah menyebarkan beban. Dalam panduan Maersk untuk flatrack, heavy weights tidak boleh ditempatkan seluruhnya di wooden floor, dan bedding harus diletakkan melintasi flat hingga mencapai main girders agar point pressure terhindar. Ini menunjukkan bahwa dunnage dapat membantu mendistribusikan beban agar tidak terkonsentrasi di satu titik.
Fungsi keempat adalah mengisi ruang kosong. Void di dalam container atau di antara cargo bisa membuat muatan bergeser saat ada guncangan. Dunnage bags atau pengganjal lain dipakai untuk menutup celah tersebut sehingga cargo tetap terkunci dalam posisi yang aman. IMO menjelaskan fungsi blocking devices ini secara langsung dalam konteks accelerations during transport.
7. Dunnage dan Container Packing
Di dalam container, dunnage sering menjadi bagian tak terpisahkan dari proses packing. IMO dalam CTU Code menjelaskan bahwa packed container mencakup container yang diisi dengan pallets, dunnage, dan other packing material and securing materials. Definisi ini penting karena menunjukkan bahwa dunnage memang dianggap bagian dari isi container, bukan aksesori di luar sistem pengemasan.
CTU Code juga menegaskan bahwa improper or careless packing dapat menyebabkan injury pada personnel dan serious and costly damage pada cargo maupun equipment. Karena itu, dunnage di container bukan soal estetika susunan, tetapi soal mengurangi risiko yang timbul akibat pergerakan barang di ruang tertutup.
Dalam praktik stuffing, dunnage dipilih sesuai bentuk cargo, berat cargo, dan jenis container. Cargo yang rapuh memerlukan penahan lebih lembut, cargo logam memerlukan anti-slip material, dan cargo berat mungkin memerlukan bedding yang lebih kuat. Prinsipnya selalu sama: muatan harus distabilkan sebelum container ditutup dan dikirim.
8. Dunnage pada Flatrack dan Breakbulk
Pada muatan di flatrack atau cargo besar yang tidak masuk dry container biasa, dunnage menjadi sangat penting. Maersk dalam lashing guide menegaskan bahwa cargo harus diposisikan di atas flat dengan center of gravity di tengah, dan heavy weights tidak boleh hanya bertumpu di wooden floor. Bedding perlu membentang melintasi flat sampai ke main girders agar point pressure tidak terjadi.
Maersk juga menyebut bahwa wood dunnage atau anti-slip materials harus ditempatkan antara cargo metal dan bottom rails flatrack, karena material dengan friction tinggi dapat membantu mengurangi jumlah lashings yang dibutuhkan. Ini memperlihatkan bahwa dunnage tidak hanya menjaga cargo tetap di tempatnya, tetapi juga dapat mengoptimalkan kebutuhan lashing.
Dalam breakbulk atau cargo yang sangat besar, dunnage berfungsi sebagai alas, pemisah, penahan, dan penyebar beban. Pada jenis cargo ini, kesalahan kecil dalam penempatan bisa menyebabkan pergeseran yang jauh lebih berbahaya karena ukuran dan berat barang biasanya besar. Di sinilah dunnage menjadi alat dasar yang menentukan apakah muatan akan aman atau justru menjadi sumber risiko.
9. Hubungan Dunnage dengan Lashing dan Blocking
Dunnage bukan pengganti lashing, dan lashing bukan pengganti dunnage. Keduanya bekerja bersama. IMO dalam CTU Code mendefinisikan securing material sebagai semua dunnage, lashing, dan equipment lain yang dipakai untuk block, brace, dan secure packed cargo items di container. Artinya, dunnage adalah bagian dari keluarga besar cargo securing.
Dunnage biasanya menangani stabilitas dasar: mengisi void, menyebar beban, dan meningkatkan friction. Lashing kemudian bertugas menahan cargo dari gerakan lebih besar dengan tali, rantai, atau pengikat lain. Maersk menekankan bahwa cargo perlu ditempatkan dengan center of gravity yang tepat dan lashing harus mencegah cargo bergerak ke arah samping maupun panjang.
Kalau dunnage tidak dipakai dengan benar, lashing menjadi jauh lebih berat bebannya. Sebaliknya, jika dunnage dirancang baik, lashing dapat bekerja lebih efisien. Itulah sebabnya dalam banyak kasus, kualitas dunnage memengaruhi seberapa banyak pengikat tambahan yang dibutuhkan.
10. Siapa yang Biasanya Bertanggung Jawab Menyediakan Dunnage?
Maersk menyebut secara eksplisit bahwa dunnage normally provided by shipper. Ini berarti, pada praktik umum, shipper memikul tanggung jawab awal untuk menyiapkan material penahan cargo tersebut. Selain itu, Maersk juga menyebut bahwa berat dunnage termasuk dalam rating, sehingga shipper perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap total biaya dan gross mass.
Dalam sistem container shipping, tanggung jawab shipper ini logis karena shipper yang paling memahami karakter cargo, bentuk kemasan, dan kebutuhan perlindungan spesifik. Sementara carrier dan terminal biasanya menilai apakah packing dan securing memenuhi standar keselamatan. IMO menekankan bahwa safe stowage dan securing bergantung pada planning, execution, dan supervision, sehingga tanggung jawab praktis memang melibatkan beberapa pihak, tetapi kesiapan awal sering dimulai dari shipper.
Karena dunnage memengaruhi berat, ruang, dan keamanan, shipper sebaiknya tidak menyiapkannya secara serampangan. Dunnage yang terlalu banyak bisa menambah biaya, sementara yang terlalu sedikit bisa meningkatkan risiko kerusakan. Di titik ini, kualitas perencanaan menjadi sama pentingnya dengan keberadaan material itu sendiri.
11. Dunnage dan Verified Gross Mass
Salah satu aspek yang sering luput dari perhatian adalah pengaruh dunnage terhadap gross mass container. IMO menjelaskan bahwa verified gross mass container mencakup kombinasi tare mass container dan massa semua packages, cargo items, pallets, dunnage, serta packing dan securing material yang dimasukkan ke dalam container. Artinya, dunnage bukan hanya melindungi cargo, tetapi juga menambah berat total yang harus diverifikasi sebelum container dimuat ke kapal.
IMO juga menyatakan bahwa verified gross mass harus dicantumkan dalam shipping document dan diserahkan tepat waktu agar stowage plan bisa disusun. Jika tidak, container tidak boleh dimuat ke kapal. Karena itu, penggunaan dunnage yang berubah-ubah tanpa perhitungan akan memengaruhi akurasi VGM dan proses pengapalan secara langsung.
Bagi shipper, ini berarti dunnage tidak boleh dianggap sebagai detail kecil yang “nanti saja dihitung.” Justru karena dunnage ikut masuk dalam gross mass, ia harus dihitung sejak awal agar dokumen, timbangan, dan rencana muat tetap sinkron.
12. Cara Memilih Dunnage yang Tepat
Pemilihan dunnage harus dimulai dari karakter cargo. Barang berat, cargo berbahan metal, cargo rapuh, cargo yang tidak beraturan, dan cargo yang sensitif terhadap tekanan semuanya membutuhkan pendekatan berbeda. Maersk menekankan bahwa wood dunnage atau anti-slip materials dipakai ketika cargo metal harus dipisahkan dari flat rail, sedangkan IMO menegaskan bahwa dunnage bags dipakai untuk menahan pergerakan cargo akibat accelerations during transport.
Langkah berikutnya adalah melihat jenis container atau unit angkut yang dipakai. Container tertutup, flatrack, breakbulk, atau unit khusus lain memiliki kebutuhan dunnage yang tidak sama. Pada flatrack, Maersk menekankan bedding harus menyeberangi flat dan mencapai main girders untuk menghindari point pressure. Ini menandakan bahwa struktur unit angkut harus menjadi pertimbangan utama dalam memilih dunnage.
Terakhir, shipper perlu mempertimbangkan durasi voyage dan kondisi laut yang mungkin ditempuh. IMO CSS Code menyebut bahwa keputusan stowage dan securing harus berbasis pada most severe weather conditions yang mungkin ditemui selama voyage. Jika perjalanan panjang dan kondisi laut berat, dunnage yang dipilih harus lebih kuat dan lebih toleran terhadap guncangan.
13. Kesalahan Umum dalam Penggunaan Dunnage
Kesalahan pertama adalah menggunakan dunnage hanya karena “biasanya begitu”, tanpa menghitung kebutuhan cargo sebenarnya. CTU Code memperingatkan bahwa improper or careless packing dan kurangnya blocking, bracing, dan lashing bisa menyebabkan cedera, kerusakan cargo, dan kerusakan equipment. Itu berarti penggunaan dunnage yang asal bisa lebih berbahaya daripada tidak menggunakan dunnage sama sekali.
Kesalahan kedua adalah menempatkan cargo berat langsung di atas permukaan yang tidak dirancang menahan point pressure. Maersk secara jelas melarang heavy weights ditempatkan hanya pada wooden floor flatrack, karena bedding harus disebar ke main girders. Jika ini diabaikan, struktur unit bisa menerima tekanan berlebihan.
Kesalahan ketiga adalah menganggap dunnage bisa menggantikan lashing. Padahal IMO secara tegas memasukkan dunnage dan lashing sebagai bagian dari securing material yang bekerja bersama. Mengandalkan satu elemen saja membuat sistem penahanan cargo menjadi lemah.
Kesalahan keempat adalah mengabaikan pengaruh dunnage terhadap berat total container. Karena dunnage masuk ke verified gross mass, perubahan kecil pada material penahan bisa memengaruhi data akhir shipment. Jika hal ini tidak di-update, proses loading dan dokumen bisa terganggu.
14. Dampak Dunnage terhadap Biaya
Dunnage memiliki dua sisi biaya. Di satu sisi, ia menambah biaya karena materialnya perlu dibeli, disiapkan, dan dimasukkan ke dalam perhitungan gross mass. Maersk bahkan menyebut bahwa dunnage weight included in the rating, yang berarti material ini berpengaruh pada perhitungan freight.
Di sisi lain, dunnage dapat menghemat biaya yang jauh lebih besar karena mencegah damage, shifting, dan claim. CTU Code menegaskan bahwa careless packing dapat menyebabkan serious and costly damage pada cargo dan equipment. Dalam banyak kasus, biaya pencegahan jauh lebih murah daripada biaya perbaikan atau penggantian barang yang rusak.
Bagi pengirim, ini berarti dunnage harus dipandang sebagai investasi perlindungan. Biaya material mungkin terlihat kecil di awal, tetapi nilai yang dilindungi bisa jauh lebih besar. Inilah alasan mengapa dunnage adalah bagian dari cost control yang cerdas, bukan pemborosan.
15. Dunnage dan Dokumentasi Operasional
Karena dunnage memengaruhi gross mass, maka dokumentasi harus rapi. IMO menyatakan bahwa verified gross mass harus tercantum dalam shipping document, dan dokumen itu harus diserahkan cukup waktu agar stowage plan bisa disiapkan. Jika dunnage berubah, berat final harus berubah pula di dokumen.
Dokumentasi yang rapi juga membantu saat inspeksi atau klaim. Jika cargo mengalami pergeseran atau kerusakan, perusahaan dapat menelusuri apakah dunnage yang digunakan sudah sesuai, apakah penempatan sudah benar, dan apakah berat yang tercatat sama dengan kondisi aktual. Dalam rantai logistik laut, keterlacakan seperti ini sangat penting.
Karena itu, dunnage sebaiknya tidak hanya disiapkan fisik, tetapi juga dicatat secara administratif: jenis material, jumlah, lokasi penempatan, dan dampaknya terhadap gross mass. Semakin rapi dokumentasinya, semakin mudah proses audit dan penyelesaian masalah.
16. Kapan Dunnage Sangat Dibutuhkan?
Dunnage sangat dibutuhkan ketika cargo memiliki risiko bergerak, bentuk yang tidak seragam, atau permukaan yang mudah rusak. IMO menekankan bahwa cargo movements akibat accelerations dapat menyebabkan sliding atau tipping, sehingga dunnage dipakai untuk menahan pergerakan tersebut.
Dunnage juga sangat penting pada cargo yang menggunakan flatrack atau unit terbuka lain. Maersk menekankan penggunaan wood dunnage dan anti-slip materials pada cargo metal di flatrack agar kontak metal-to-metal dihindari dan point pressure berkurang. Dalam situasi seperti ini, dunnage bukan pilihan tambahan, tetapi bagian dari metode penanganan yang aman.
Pada cargo yang dikemas di container biasa, dunnage tetap dibutuhkan jika ada void, jika kemasan tidak seragam, atau jika cargo perlu dipisahkan agar tidak saling menekan. CTU Code menjelaskan bahwa packed container berisi paket, pallet, dunnage, dan securing materials, yang menunjukkan bahwa penggunaan dunnage merupakan praktik umum dalam packing yang aman.
17. Cara Berpikir yang Tepat tentang Dunnage
Cara paling sehat memandang dunnage adalah sebagai bagian dari engineering of safety. Ia bukan hiasan packing, bukan pengisi ruang yang bisa dipakai sesuka hati, dan bukan biaya kecil yang bisa diabaikan. IMO melalui CSS Code menempatkan safe stowage dan securing sebagai hasil dari planning, execution, dan supervision yang tepat, sehingga dunnage harus masuk ke dalam perencanaan sejak awal.
Dunnage yang baik membuat cargo lebih stabil, memperbaiki distribusi beban, dan menurunkan risiko kerusakan. Pada saat yang sama, dunnage yang berlebihan atau salah jenis dapat menambah berat, menambah biaya, dan menimbulkan inefisiensi. Karena itu, keputusan tentang dunnage harus mempertimbangkan fisik cargo, struktur unit angkut, kondisi voyage, dan kewajiban dokumen.
Jika dipahami seperti ini, dunnage menjadi alat yang sangat strategis. Ia membantu perusahaan menjaga keselamatan, menjaga kualitas barang, dan menjaga biaya tetap rasional. Dalam logistik laut yang penuh variabel, nilai seperti ini sangat besar.
18. Penutup — Dunnage Adalah Detail Kecil yang Menjaga Perjalanan Besar
Dunnage dalam pengiriman barang via laut mungkin tampak sederhana, tetapi justru di situlah kekuatannya. Maersk mendefinisikannya sebagai material di sekitar cargo untuk mencegah breakage atau shifting, biasanya disediakan oleh shipper dan diperhitungkan dalam rating. IMO kemudian menempatkannya dalam kerangka yang lebih besar: cargo harus distow dan disecured dengan benar, proper planning sangat penting, dan material penahan seperti dunnage, lashing, serta securing equipment adalah bagian dari sistem keselamatan.
Di container, di flatrack, maupun pada cargo besar yang butuh penanganan khusus, dunnage menjadi penjaga stabilitas yang sering tidak terlihat tetapi sangat terasa saat terjadi masalah. Ia mencegah cargo bergeser, menyebarkan beban, mengurangi titik tekanan, dan membantu menjaga integritas muatan sepanjang perjalanan. Dalam banyak kasus, kegagalan kecil pada dunnage dapat berujung pada kerusakan besar, biaya tambahan, dan gangguan operasional.
Karena itu, dunnage layak diperlakukan sebagai bagian inti dari profesionalisme pengiriman laut. Bukan hanya soal menahan cargo, tetapi juga soal menahan risiko, menjaga kualitas, dan memastikan setiap perjalanan laut berjalan lebih aman dan lebih terkendali.
Siap mengirimkan kargo Anda? Kirimkan melalui Hasta Buana Raya untuk solusi logistik yang andal dan aman!
👉 Hubungi 📱 +62 822-3300-4972 (WhatsApp/Telepon) untuk informasi lebih lanjut dan solusi pengiriman terbaik!
Kami menyediakan layanan pengiriman yang aman, nyaman, dan terjangkau dari seluruh Indonesia. Layanan prioritas kami meliputi:
Pengiriman barang melalui udara (Pesawat Kargo, Sewa, dan Penerbangan Khusus)
Metode Pengiriman yang berbeda (Bandara ke Bandara , Gudang ke Gudang , dan Bandara ke Gudang)
Gudang dan Distribusi
Kontak
Bantuan
+62 822-3300-4972 (CS 1)
© 2024. Semua hak cipta dilindungi.


+62-811-9778-889
+62 821-9997-3884 (CS 2)
