Dunnage dalam Kargo Laut untuk Pengiriman Barang
Pelajari semua tentang dunnage untuk kargo laut: apa itu, fungsi kritisnya dalam melindungi muatan, jenis-jenis material (kayu, inflatable bags, foam, plywood, strapping, blocking & bracing), aturan keselamatan dan phytosanitary (ISPM-15), cara memilih dan menghitung dunnage, prosedur stuffing/unstuffing, kegagalan umum, solusi hemat biaya, aspek lingkungan, serta checklist operasi dan template inspeksi yang siap dipakai
Digital Marketing
1/12/20267 min baca
Pendahuluan — Dunnage: Penjaga Muatan yang Sering Terabaikan
Dalam pengiriman barang lewat laut, perhatian sering fokus pada tarif, jadwal pelayaran, dan dokumen kepabeanan. Padahal ada satu elemen sederhana namun krusial yang menentukan apakah barang tiba utuh atau rusak: dunnage. Istilah ini merujuk pada bahan dan cara penyangga, pemisah, dan penstabil yang dipakai saat memuat kargo ke dalam kontainer atau kapal—fungsi utamanya menahan gerakan, menahan benturan, mencegah bergesernya muatan, dan melindungi barang dari tekanan, gores, kelembapan, dan kontak antar-item.
Artikel ini membahas dunnage secara menyeluruh: konsep dasar, fungsi teknis, jenis material, praktik stuffing & bracing, peraturan penting (termasuk ISPM-15 untuk kayu), risiko jika dunnage salah pilih, solusi ramah lingkungan dalam Pengiriman Barang.
1. Apa Itu Dunnage dan Mengapa Penting?
Dunnage = semua material dan metode yang digunakan untuk melindungi, memisahkan, menyangga, dan menstabilkan muatan selama pengangkutan. Dalam konteks kargo laut, dunnage mencakup:
Bahan fisik: kayu blok, palet, plywood sheets, inflatable dunnage bags, foam, cardboard, plastik strip, corner protectors.
Teknik: blocking (menahan pergeseran), bracing (mengunci posisi), chocking (mengganjal roda/larik), lashing (pengikatan), shoring (penyangga vertikal), dan padding (perlindungan permukaan).
Kenapa penting?
Kapal dan kontainer mengalami gerakan tiga dimensi: pitching (mendongak/menelengkung), rolling (mengguling), dan surging/swaying (maju/mundur/ke samping). Tanpa dunnage yang tepat, muatan dapat bergeser, bertumbukan, atau runtuh.
Dampak nyata: kerusakan barang, klaim asuransi, keterlambatan distribusi, biaya penggantian, dan reputasi perusahaan terganggu.
Intinya: dunnage yang benar mengubah perjalanan laut yang kasar menjadi aman bagi muatan Anda.
2. Fungsi Utama Dunnage — Lebih dari Sekadar Pengganjal
Stabilisasi — menjaga posisi kargo agar tidak bergeser selama transit.
Perlindungan permukaan — mencegah goresan, penyok, atau kontaminasi antar-paket.
Distribusi Beban — mencegah konsentrasi tekanan yang merusak item rapuh; mis. menempatkan spreader plates agar beban rata.
Pengelolaan kelembapan & ventilasi — beberapa dunnage (mis. pallets spacer) membantu sirkulasi udara untuk mencegah kondensasi.
Segregasi barang sensitif — memisahkan barang berbahaya atau incompatible goods.
Compliance & phytosanitary — menjamin material memenuhi standar internasional (mis. ISPM-15 untuk kayu).
Setiap fungsi membutuhkan solusi material dan tata letak yang spesifik — tidak ada satu solusi universal.
3. Jenis-Jenis Dunnage dan Kapan Menggunakannya
3.1 Kayu (Timber) — Blok, Battens, Pallets, Cradle
Kelebihan: kuat, mudah dipotong/dibentuk, murah.
Kekurangan: berat, rentan jamur/hama jika tidak diproses, butuh sertifikasi ISPM-15 untuk ekspor-impor.
Aplikasi: heavy machinery, steel coils, bar, heavy crates.
Catatan penting: untuk perdagangan internasional, kayu digunakan harus memenuhi ISPM-15 (treatment heat-treated atau fumigated + stempel resmi). Tanpa itu, bea cukai bisa menahan atau memusnahkan material.
3.2 Plywood / Sheet / Dunnage Boards
Kegunaan: sebagai spreader untuk mendistribusikan beban, pelapis lantai kontainer, atau pembatas horizontal.
Kelebihan: permukaan rata, stabil; bisa dicustom untuk container floor.
Kekurangan: kurang tahan terhadap kelembapan jangka panjang kecuali papan yang dilapisi.
3.3 Inflatable Dunnage Bags (Airbags)
Kantung karet/polimer yang diisi udara di antara muatan untuk menahan pergeseran.
Kelebihan: cepat dipasang, ringan, efektif untuk memanfaatkan celah besar, mengurangi jumlah blocking/bracing manual.
Kekurangan: perlu ukuran dan material sesuai beban; rentan bila tajam atau terkena gesekan keras; temperatur ekstrim mempengaruhi performa.
Tips: pilih airbags ber-Rated Burst Pressure yang sesuai, dan gunakan bersama edge protectors.
3.4 Foam & Cushioning Materials (EPS, PU Foam, Molded Foam)
Untuk barang rapuh dan elektronik; dipotong khusus agar bagian sensitif mendapat bantalan.
Kelebihan: perlindungan permukaan superior; dapat disesuaikan bentuk.
Kekurangan: mahal, tidak selalu cocok untuk heavy items.
3.5 Cardboard & Corrugated Sheets / Edge Protectors
Untuk packing box, menghindari crushing pada tepi, dan sebagai lapis pemisah.
Edge protectors membantu distribute strap tension tanpa merusak kemasan.
3.6 Straps, Chains, Ratchets, Lashing Equipment
Metal chains & ratchets untuk beban berat di kapal deck atau container floor.
Polyester straps untuk palet dan crates: ringan dan tidak merusak permukaan.
Pastikan WLL (Working Load Limit) dan Safety Factor sesuai tasks.
3.7 Plastic & Composite Dunnage (Recycled Plastics, Rubber)
Alternatif ramah lingkungan: tahan air, ringan, mudah dibersihkan. Cocok untuk makanan atau chemical packaging environment.
3.8 Specialized Support: Skids, Cradles, Saddles, Vacuum Fixtures
Untuk benda bentuk melengkung seperti drum, tangki, batang silinder — cradle khusus menahan bentuk tersebut dan mencegah rolling.
4. Prinsip Pemilihan Dunnage yang Tepat
Saat memilih dunnage, pertimbangkan lima aspek utama:
Beban & Berat Unit — hitung berat total per titik kontak; gunakan spreader jika konsentrasi beban tinggi.
Bentuk & Stiffness Muatan — barang panjang/selubung memerlukan support berbeda dibanding barang kotak.
Jenis Transportasi & Mode Transshipment — container vs break-bulk vs Ro-Ro mempunyai kebutuhan berbeda.
Durasi Transit & Lingkungan — perjalanan panjang & kelembapan tinggi mungkin memerlukan material tahan air.
Regulasi & Kebijakan Pelanggan — mis. beberapa importir menolak kayu tidak-ISPM; barang farmasi/food memerlukan material hygienic.
Mengabaikan satu aspek bisa berakibat besar: misalnya, memilih inflatable bag untuk beban berat dan tajam bisa menyebabkan pecah dan shift massal.
5. Cara Menghitung & Merancang Dunnage — Praktik Teknikal
Perancangan dunnage harus mengikuti prinsip engineering sederhana:
Langkah dasar:
Inventarisasi Muatan — jumlah unit, dimensi, berat, titik berat (center of gravity).
Analisis Ruang & Celah — ukur gap antara muatan dan dinding/kargo tetangga; gap ini menentukan ukuran airbags atau jumlah blocking yang diperlukan.
Hitung Gaya Inersia — gunakan faktor gaya inersia untuk transport laut (umumnya 0.3–0.8 g untuk lateral; konsensus operator menggunakan standar internal). Gaya ini menggambarkan potensi percepatan yang memicu pergeseran.
Tetapkan Safety Factor — umumnya safety factor 2–4 tergantung criticality.
Pilih Material & Metode Fixing — tentukan whether to use blocking, lashing, airbags, or a combination.
Simulasi Load Path — pastikan beban dialirkan ke struktur container floor atau deck tanpa menimbulkan konsentrasi stress.
Contoh sederhana perhitungan blocking: jika muatan 1.000 kg dapat menghasilkan lateral force 0.5 g → lateral load ≈ 500 kgf. Dengan safety factor 2, blocking harus menahan setara 1.000 kgf.
Catatan praktis: gunakan dokumentasi supplier dunnage (batting table, WLL) dan konsultasikan engineer untuk kargo berat/khusus.
6. Tata Cara Stuffing & Bracing di Kontainer — Step-by-step Praktis
Inspeksi Kontainer
Cek floor strength, kondisi dinding, ceiling, water tightness, dan absence of sharp protrusions.
Catat kondisi dan foto sebelum loading.
Pre-Load Planning
Buat stowage plan: posisi centre of gravity, lane distribution, laman load sequence.
Siapkan dunnage sesuai plan.
Loading Sequence
Muat barang terberat di bawah, dekat lantai; distribusi berat rata ke seluruh kontainer.
Jaga low center of gravity.
Blocking and Bracing
Gunakan timber blocks, wedge, atau airbags untuk mencegah movement.
Pasang chock pada roda jika ada (mis. kendaraan atau drum).
Lashing & Strapping
Straps harus terikat ke anchor points container floor atau over lashing to cross beams.
Gunakan edge protectors untuk preprete strap cutting.
Checkpoints
Pastikan tidak ada gap > X cm (tergantung material); pasang airbags atau filler jika ada.
Semua straps tensioned sesuai spec.
Seal & Dokumentasi
Close container, pasang seal resmi dan catat seal number. Lampirkan cargo manifest dengan penjelasan dunnage.
After-Load Review
Buat foto inside container untuk bukti kondisi stowage.
Prosedur ini harus termuat di SOP tim lapangan.
7. Peraturan, Sertifikasi & Keamanan: ISPM-15 dan Hal Lainnya
ISPM-15 (International Standards for Phytosanitary Measures No.15)
Berlaku untuk semua kayu solid packaging (blocking, crating, pallets) yang diperdagangkan internasional.
Mensyaratkan treatment heat-treatment (HT) atau fumigation dengan methyl bromide (MB) dan stempel resmi (IPPC stamp).
Tanpa stempel ini, barang berisiko ditahan, dikenakan biaya fumigasi ulang, atau dimusnahkan.
Standar Keselamatan Laut & Kapasitas Lashing
Lashing equipment harus sesuai standar WLL dan pemeriksaan reguler. Di kapal, deck lashing mengikuti panduan dari classification societies dan perusahaan pelayaran.
Peraturan tentang Dangerous Goods
Dunnage harus memisahkan barang berbahaya sesuai klasifikasi; beberapa dunnage dapat bereaksi dengan muatan kimia—pilih material inert bila perlu.
Kebijakan Importir / Pelabuhan
Banyak pelabuhan mensyaratkan pelaporan material packaging dan bukti ISPM-15. Pastikan dokumen pendukung tersertakan.
8. Masalah Umum dan Kasus Kegagalan Dunnage (dan Cara Mengatasinya)
Kasus A: Kontainer Shift & Collapse
Penyebab: under-estimation of lateral forces, insufficient blocking, or poor pallet stacking.
Akibat: barang rusak parah, rework, dan klaim besar.
Solusi: perhitungan gaya, tambah airbags, dan gunakan bracing bertingkat.
Kasus B: Airbag Burst
Penyebab: sharp edges, over-inflation, atau penggunaan material tidak cocok untuk suhu ekstrem.
Solusi: gunakan airbag dengan proteksi sudut (edge protector), jangan melebih rated pressure, dan cek compatibility untuk suhu.
Kasus C: Kayu Tidak Terstempel ISPM-15
Penyebab: penggunaan blocking kayu lokal tanpa treatment.
Akibat: hold at port, fumigation at owner cost, delay.
Solusi: gunakan certified timber; dokumentasi lengkap.
Kasus D: Moisture Damage & Mold
Penyebab: tidak ada moisture barrier atau ventilasi; cold chain failure.
Solusi: gunakan pallets elevated, desiccants, dan moisture-proof lining; hindari lapisan kayu basah.
Pencegahan lebih murah daripada perbaikan. Lakukan pre-shipment audit.
9. Responsibilitas & Asuransi: Siapa Bertanggung Jawab?
Shipper bertanggung jawab memastikan packaging & dunnage memadai bila menggunakan terms FOB/EXW (bergantung Incoterms).
Carrier bertanggung jawab untuk stabilitas pada deck/lashing selama voyage dan menyediakan lashing points sesuai spesifikasi vessel.
Freight forwarder / packer seringkali mengatur stuffing dan dapat bertanggung jawab atas packing adequacy jika kontrak menyatakan demikian.
Asuransi: klaim kerusakan karena poor dunnage biasanya dipersoalkan—insurer sering meminta bukti bahwa packing & dunnage sesuai standard.
Sebaiknya cantumkan kondisi packing dan foto evidence dalam dokumen pengiriman untuk menguatkan posisi klaim.
10. Solusi Ramah Lingkungan & Circular Dunnage
Sustainability menjadi fokus. Pilihan dunnage ramah lingkungan meliputi:
Reusable plastic dunnage pallets & skids — tahan lama, bisa disinfect, cocok untuk FMCG.
Recycled plastic blocks — alternatif kayu, bebas ISPM-15.
Modular reusable blocking systems — komponen modular yang dirakit ulang.
Inflatable dunnage bags made from recyclable polymers — pilih vendor yang punya take-back program.
Biodegradable packing & cushion — untuk padding.
Keuntungan ganda: mengurangi limbah dan menurunkan biaya jangka panjang bila reuse optimal.
11. Praktik Terbaik (Best Practices) — Ringkasan Aksi yang Harus Dilakukan
Rencanakan stowage sebelum packing — buat diagram muatan.
Gunakan kombinasi dunnage (blocking + lashing + airbags) — solusi tunggal jarang ideal.
Pilih material yang sesuai regulasi (ISPM-15 atau alternatif non-wood).
Dokumentasikan kondisi kontainer & dunnage: foto pra-loading dan after-loading.
Sediakan spare dunnage & peralatan di lapangan untuk penyesuaian last-minute.
Latih tim stuffing & lashing: teknik ratchet, strap tensioning, edge protection.
Gunakan checklist inspeksi sebelum pengapalan.
Koordinasikan dengan carrier untuk lashing points dan fork pockets.
Pertimbangkan solusi reusable untuk volume tinggi — analisis TCO.
Simpan bukti treatment kayu & sertifikat untuk keperluan customs.
12. Checklist Operasional Dunnage (Printable / Praktis)
Sebelum Stuffing
Review cargo manifest & stowage plan.
Siapkan material dunnage sesuai jenis muatan.
Verifikasi sertifikasi ISPM-15 jika kayu digunakan.
Inspect kontainer: floor, walls, ceiling, door seals, cleats.
Pastikan peralatan lashing & straps dalam kondisi baik (WLL & inspection label).
Pre-cut timber/plywood to specified dimensions.
Saat Stuffing
Muat berat di bagian bawah; distribusi yang merata.
Pasang spreader plates / plywood jika perlu untuk spread load.
Gunakan airbags untuk celah > X mm sesuai guideline.
Pasang edge protectors sebelum strapping.
Lashing & ratchet sesuai torque/torque-limiter.
Catat dan foto semua posisi blocking & bracing.
Setelah Stuffing
Close & seal container; catat nomor seal.
Foto inside & outside container (prior & post).
Lampirkan dunnage report dengan manifest.
Simpan dokumentasi treatment kayu & receipts.
Jika Exception
Isolate & document damaged items.
Inform shipper, carrier & insurer; buat SOF (Statement of Facts).
Lakukan corrective packing sebelum re-shipment.
13. Penutup — Dunnage: Investasi Kecil yang Menyelamatkan
Dunnage mungkin terlihat unsur kecil dalam rantai pasok besar, tetapi fungsinya menentukan: mengurangi klaim, memperpanjang umur produk, memastikan kepatuhan, dan menjaga kepercayaan pelanggan. Pendekatan teknik yang terukur—perhitungan beban, kombinasi material, dokumentasi, serta kepatuhan terhadap standar internasional—menghasilkan operasi kargo laut yang efisien dan aman.
Siap mengirimkan kargo Anda? Kirimkan melalui Hasta Buana Raya untuk solusi logistik yang andal dan aman!
👉 Hubungi 📱 +62-822-5840-1230 (WhatsApp/Telepon) untuk informasi lebih lanjut dan solusi pengiriman terbaik!
Kami menyediakan layanan pengiriman yang aman, nyaman, dan terjangkau dari seluruh Indonesia. Layanan prioritas kami meliputi:
Pengiriman barang melalui udara (Pesawat Kargo, Sewa, dan Penerbangan Khusus)
Metode Pengiriman yang berbeda (Bandara ke Bandara , Gudang ke Gudang , dan Bandara ke Gudang)
Gudang dan Distribusi
Kontak
Bantuan
+62 822-3300-4972 (CS 1)
© 2024. Semua hak cipta dilindungi.


+62-811-9778-889
+62 822-3300-4973 (CS 2)
